Suara.com - Terdakwa kasus tindak pidana terorisme Aman Abdurrahman membantah mendalangi 4 kasus bom di beberapa daerah. Bantahannya itu disampaikan dalam nota pembelaan atau pleidoi pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).
Pemimpin jaringan teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD) itu menjelaskan kejadian bom gereja Samarinda, bom Kampung Melayu, kasus Bima, dan Medan terjadi pada November 2016 sampai September 2017.
Pada saat itu dirinya tengah diisolasi di LP Pasir Putih Nusakambangan sejak Februari 2016.
"Di mana di masa isolasi itu saya tidak tahu berita sama sekali dan tidak bisa bertemu maupun komunikasi dengan siapapun selain sipir LP," jelas Aman.
Ia memaparkan bahwa hanya mengetahui 1 kasus yakni ledakan bom di Jalan Thamrin, Jakarta dari media online. Akan tetapi ia membantah telah terlibat dalam aksi tersebut.
"Saksi kunci Abu Gar sudah menjelaskan di dalam kesaksiannya sidang ini bahwa saya yaitu Aman Abdurrahman tidak mengetahui apa perihak rencana penyerangan itu," paparnya
Pasalnya, Aman mengatakan bahwa pelaku bom Thamrin memiliki buku tulisan terjemahannya tentang syirik demokrasi. Padahal buku-buku dan kajiannya hanya membahas ilmu tauhid.
"Pernah walau sekali baca tulisan atau terjemahan saya atau audio kajian saya tentang syirik demokrasi. Padahal buku-buku dan kajian saya baru membahas tauhid saja dan belum bahasa masalah jihad," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol