Suara.com - Ramadan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Kota Malang tak ubahnya di dalam pesantren. Sebanyak 491 narapidana menjadi santri di dalam pesantren At-Taubah.
Mereka belajar dan mendalami agama Islam. Sejumlah guru mengaji mendampingi mereka.
"Sudah setahun, awalnya 200 napi sekarang bertambah menjadi 491," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang Farid Junaedi, Selasa 5 Juni 2018. Saat mendalami agama Islam, tanpa dasar yang kuat para narapidana berpotensi terpapar paham radikalisme.
Ada dua narapidana teroris yang menghuni Lapas Lowokwaru. Kedua narapidana terorisme adalah Eka Saputra, 37 tahun dan Asmi Fuadi alias Anton. Eka terlibat jaringan ISIS, yang sebelumnya ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Sedangkan Asmi merupakan jaringan kelompok Ciputat, terlibat kasus bom Beji. Sebelumnya ia ditahan di Lapas Bojonegoro. Jika tak mendapat benteng atau ilmu agama yang memadai.
"Banyak narapidana yang terpapar dan masuk jaringan terorisme," ujarnya.
LP Lowokwaru Malang dihuni sebanyak 2.730 jiwa, sebagian mengikuti pendalaman agama Islam di dalam pesantren. Pesantren dilengkapi metode dan kurikulum pembelajaran yang disusun melibatkan pengasuh pesantren di Kota Malang.
Serta disiapkan infrastruktur yang memadai untuk pendidikan agama. Untuk menangkal paham radikalisme, bekas narapidana terorisme dilibatkan berdakwah di pesantren At-Taubah. Abdurrahman Taib, 45 tahun, bekas pimpinan atau amrir kelompok Palembang berkotbah di hadapan para santri narapidana.
Ia mengajak para santri At-Taubah tak mudah terpengaruh ideologi dan paham radikalisme dan terorisme. Taib bercerita terpapar paham radikalisme melalui seorang pelarian terorisme dari Singapura. Ia terpapar paham radikalisme sejak 2004-2008.
Taib juga belajar membuat bom kepada Noordin M Top. Taib meracik dan memproduksi 25 bom tupperware dan bom pipa. Bom sempat akan digunakan amaliah meledakkan sebuah cafe di Bukittinggi yang jadi tujuan turis dari Amerika Serikat.
"Amerika itu musuh karena mendzholimi umat muslim di Suriah, dan Irak," katanya. Bom diletakkan di dalam cafe, dikendalikan jarak jauh. Namun, aksi gagal lantaran seorang perempuan berjilbab masuk ke dalam cafe.
"Bom gagal diledakkan, ada umat muslim di dalam," ujarnya. (SUGIANTO)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan