Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan penambahan anggaran Polri sebesar Rp 44,4 triliun pada tahun 2019, salah satunya untuk satuan Antiteror seluruh Polda di Indonesia untuk di masing - masing wilayah. Dalam surat Kapolri nomor B/1563/III/Ren.2.1/2018 per 14 maret 2018 diusulkan rencana kegiatan Polri tahun 2019 sebesar Rp 126,8 triliun.
Menurut Setyo, Satgas Antiteror Polda sudah dibentuk lama sekitar tahun 2011 sampai 2012. Namun hanya di 16 Polda. Lantaran dulu pemetaan jaringan sel - sel teroris masih berada di beberapa wilayah.
"Karena sekarang ancaman sudah pemetaan kita sudah 34 polda dan ini ada semua itu. Ada sel- sel (teroris). Oleh sebab itu bapak kapolri minta densus 88 membina satgas - satgas antiteror di daerah. Jadi satgas antiteror didaerah ini binaan dari Densus 88. Tapi mereka berada di Polda masing-masing. Personilnya juga masing-masing," kata Setyo di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).
Selain itu, penambahan anggaran polri juga untuk kebutuhan penyidik dalam menangani perkara kasus. Seperti pembelian alat - alat ITE yang dimana aelalu di upgarade setiap enam bulan.
"Ya, belanja modal beli peralatan ITE. ITE ini kan kadang - kadang enam bulan sudah berubah. Kita kan memerlukan peralatan-peralatan yang canggih untuk melakukan penyelidikan invesitigasi," ujar Setyo
Setyo belum dapat menguraikan alat - alat yang memang diperlukan Polri. Namun Setyo menyebut salah satunya yang kini dimiliki Polri seprti alat Laboraorium Forensik Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), untuk mengenali para korban dan memudahkan identifikasi.
"Kira - kira berapa tahun lalu kita harus tes DNA diluar negeri, tiga bulan baru keluar. Tapi sekarang (kita sudah punya) Tes hari ini besok sudah bisa keluar," ujar Setyo
Sesuai surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor S-269/MK.02/2018 dan nomor .209/M.PPN/D.8/KU.01.01/04/2018 per 16 April 2018 pagu indikatif ditetapkan sebesar Rp 76,9 triliun. Termasuk tambahan anggaran untuk pengamanan pemilu sebesar Rp 2,3 triliun.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pagu indikatif ini hanya terpenuhi 60,62 persen dari usulan awal Polri sebesar Rp 126,8 triliun. Bahkan, pagu indikatif 2019 ini lebih kecil dari alokasi anggaran Polri di tahun 2018 sebesar Rp 95 triliun.
"Secara umum berkurang sebesar Rp18,1 triliun atau minus 19,08 persen," ujar Tito.
Menurut Tito, pagu indikatif 2019 itu belum mencukupi kebutuhan minimal anggaran Polri, terutama yang bersumber dari rupiah murni.
"Pagu indikatif itu cukup jauh dari usulan Rp 120an triliun dan cukup jauh di bawah alokasi anggaran di tahun 2018 yang Rp 95 triliun," kata Tito.
Berita Terkait
-
Kabar Kasus 'Chat Mesum' Rizieq Dihentikan, Mabes Polri Bungkam
-
Kapolri Intruksikan Seluruh Polda Bentuk Satgas Antiteror
-
Kapolri Andalkan Satgas Pangan Berantas Mafia Harga dan Kartel
-
Vandalisme di SOTR, Mabes Polri Minta Pemuka Agama Mengawasi
-
Polri Ingatkan Masyarakat Tak Pandang Kampus Jadi Tempat Radikal
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
-
LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!
-
Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha
-
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung
-
Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara
-
KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur