News / Nasional
Rabu, 06 Juni 2018 | 12:45 WIB
Bupati Purbalingga Tasdi tiba di gedung KPK dengan pengawalan tim penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/6).

Suara.com - Ketua DPP PDIP, Hamka Haq memastikan Bupati Purbalingga Tasdi telah dipecat sebagai anggota PDIP. Keputusan ini dilakukan pasca-penangkapan Tasdi oleh penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), hari Senin (4/6/2018).

Hamka menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir kadernya yang telah melakukan tindakan korupsi. Begitu terbukti, kader tersebut akan segera dipecat dari keanggotaan PDIP.

"Apabila terbukti kuat, biasanya kita, kebijaksanaan tidak perlu menunggu bukti-bukti lambat, langsung pecat, artinya sudah cukup buktinya," kata Hamka di DPR, Jakarta, Rabu (6/5/ 2018).

Sebelum terjaring OTT dan dipecat dari partai, Tasdi menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Purbalingga, Jawa Tengah. Hamka pun berharap, label PDIP yang melekat pada Tasdi tidak dikait-kaitkan dengan PDIP.

"Dia membawa nama-nama PDI Perjuangan ya kan. Jadi masyarakat kita minta, itu adalah oknum yang melakukan korupsi bukan atas nama PDIP, jadi jangan dilihat dari segi itu," ujar Hamka.

Lebih lanjut, Hamka juga tanggapi 'salam metal' dengan tiga jari yang dilakukan Tasdi saat digelandang ke gedung KPK. Menurut Hamka, aksi salam metal tersebut hanya cara untuk mengimbangi psikologisnya yang tertekan. Sebab itulah, Tasdi seakan-akan membawa simbol PDIP pada dirinya, yakni nomor urut tiga.

"Kalau dia melakukan itu (salam metal), mungkin hanya secara psikologis, untuk mengimbangi secara psikologi, tekanan batinnya karena diterpa tersangka. Maka dia begini," tutur Hamka.

Menurut dia, hal yang sama juga pernah dilakukan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq saat ditangkap KPK karena kasus suap impor daging sapi.

"Sama saya melihat dulu, presiden PKS ditangkap selalu juga begini (tiga jari seperti salam oke oce) ya kan. Masa simbol-simol Allah dilakukan dalam keadaan korupsi ya kan," ujarnya lagi.

"Jadi itu semua terjadi karena tekanan psikologis, ya mungkin untuk mengimbangi tekanan psikologis, menunjukkan bahwa dia korupsi atas nama PDIP," tambah Hamka.

Hamka mengaku pihaknya merasa dirugikan dengan sikap Tasdi tersebut.

"Ya dirugikan lah, ya tetap kita merasa rugi. Malah kita setiap orang yang melakukan itu, begitu dia melakukan itu, mungkin saya tidak tahu hari ini atau besok sudah keluar keputusannya dipecat," imbuh Hamka.

Load More