Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi sudah resmi menetapkan Bupati Purbalingga Tasdi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga. Selain itu, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala ULP Pemkab Purbalingga Hadi Kiswanto, Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata.
Namun, sebelum dijadikan tersangka, Tasdi dan lima orang lainnya diamankan KPK melalaui operasi tangkap tangan (OTT), Senin (4/6/2018).
Dalam konferensi persnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan kronologi Tim Satuan Tugas dari Divisi Penindakan KPK menangkap Tasdi dan kawan-kawannya. Agus mengatakan setelah menerima laporan masyarakat pada April 2018 lalu, KPK langsung melakukan penyelidikan.
Dan dari hasil penyelidikan tersebut, ditemukan titik terang bahwa adanya dugaan melakukan tindakan pidana korupsi.
"KPK mengetahui dugaan TSD, memerintahkan Hadi untuk membantu LN dalam lelang Proyek Pembangunan Kawasan Islamic Center Purbalingga Tahun Anggaran 2017-2018," kata Agus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).
Librata Nababab dan Hadj menggunakan PT Sumber Bayak Kreasi (SBK) untuk maju dalam lelang proyek tersebut. Dan pada awal Mei 2018, diketahui terjadi pertemuan di sebuah rumah makan.
"TSD diduga mengancam akan memecat HIS jika tak membantu LN," katanya.
Kemudian pada pertengahan Mei 2018, Politikus PDI Perjuangan tersebut diduga meminta komitmen fee sebesar Rp 500 juta yang disanggupi oleh Limbrata Nababan. Dan pada tanggal 26 Mei 2018, PT SBK ditetapkan sebagai pemenang dalam lelang ulang Proyek Pembangunan Kawasan Islamic Center 2018.
"Pada Senin (4/6/2018) diketahui HK meminta staffnya untuk mentransfer uang sebesar Rp 100 juta pada staf HK lainnya yang berada di Purbalingga. Uang tersebut kemudian dicairkan oleh staf HK di Bank BCA Purbalingga dan sesuai permintaan HK, uang tersebut kemudian diserahkan kepada AN," kata Agus.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Foto Prabowo, Amien dan Rizieq di Instagram
Setelah menerima uang, sekitar pukul 17.00, Ardirawinata menemui Hadi di jalan sekitar proyek Purbalingga Islamic Center, diduga untuk penyerahan uang. Kemudian, Ardirawinata diduga menyerahkan uang Rp 100 juta tersebut pada Hadi di dalam mobil Avanza yang dikendarai oleh Hadi.
"Setelah penyerahan uang AN dan HIS berpisah. Tim kemudian mengamankan AN di sekitar proyek Purbalingga Islamic Center. Tim juga mengamankan TSD bersama TP di rumah dinas Bupati Purbalingga sekitar pukul 17.15 WIB," katanya.
Setelah itu, Tim KPK mengamankan Librata dan Hamdani di 2 lokasi berbeda. Librata ditangkap di rumah kontrakannya di Jakarta Timur, sedangkan Hamdani ditangkap di lobi sebuah hotel di Jakarta Pusat. Keduanya langsung dibawa ke KPK.
Setelah melakukan pemeriksaan intensif dan gelar perkara, KPK menetapkan 5 orang sebagai tersangka.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno