Suara.com - Identitas perempuan yang tewas dan mayatnya ditemukan dalam kardus di atas sepeda motor, Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/6), akhirnya terungkap.
Kapolsek Medan Barat Komisaris Rudi Silaen mengungkapkan, nama perempuan tersebut adalah Rika Karina, warga setempat.
“Dari identifikasi korban merupakan warga Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang,” kata Rudi, seperti diberitakan Kabar Medan—jaringan Suara.com, Kamis (7/6/2018).
Untuk diketahui, warga yang bermukim di sekitar Jalan Karya Rakyat, Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, heboh.
Pasalnya, ditemukan kardus berisi mayat perempuan yang ditinggal di atas sepeda motor, Rabu dini hari.
Informasi yang terhimpun Kabar Medan—jaringan Suara.com, orang yang kali pertama menemukan kardus berisi mayat perempuan itu adalah warga bernama Darwis (25) serta rekannya, Khairul (26).
Keduanya, di lokasi pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat melintas, mereka curiga terhadap sepeda motor Honda Scoopy BK 5875 ABM, yang terparkir di samping Gereja HKBP Ampera, Sei Agul.
Mereka mencurigai kardus yang ada di atas motor tersebut. Apalagi, mesin sepeda motor itu dalam keadaan mati, namun lampunya tetap menyala.
Keduanya lalu mendekati sepeda motor itu dan mencari pengendaranya. Namun, mereka tidak menemukannya.
Baca Juga: Mabes Polri Telusuri 40 Masjid Diduga Terpapar Radikalisme
Mereka lantas mencurigai isi kardus yang berada di sepeda motor itu. Karena takut membuka kardus itu, keduanya menghubungi kepala lingkungan IV Sei Agul, dan dilanjutkan ke polisi.
Petugas Polsek Medan Barat yang mendapat informasi turun ke lokasi. Saat dibuka, ternyata kardus itu berisi mayat.
“Dugaan sementara mayat perempuan itu merupakan korban pembunuhan,” kata Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja, Kabid Humas Polda Sumut.
Tatan menjelaskan, dugaan pembunuhan tersebut muncul karena dari tubuh korban terlihat adanya luka tusukan benda tajam.
“Ada luka sayatan benda tajam dan di leher ada luka tusukan. Makanya kami duga ini korban pembunuhan,” jelasnya.
Mayat perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan outopsi.
Berita Terkait
-
Warga Geger, Kardus di Atas Motor Ini Berisi Mayat Perempuan
-
DOOR! Suami Bayar Rampok untuk Tembak Kepala Istri
-
Ini Dia Otak Pembunuh Sadis Warga Jakarta di Apartemen Surabaya
-
Geger Mayat Perempuan Tak Bercelana Dalam Tergeletak di Kebun
-
Pembunuh Sadis Warga Salemba di Surabaya Ditangkap, Motif Cemburu
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar