Suara.com - Menteri Sosial Idrus Marham menerima anak-anak korban jaringan terorisme rujukan dari Polda Jawa Timur, Selasa (12/6/2018). Tujuh anak yang terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki tersebut akan direhabilitasi oleh Kementerian Sosial.
"Perlu saya jelaskan bahwa anak-anak ini juga termasuk korban dari jaringan terorisme. Kami katakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa," kata Idrus di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2018).
Idrus menyampaikan, anak-anak tersebut berusia mulai dari 6 tahun, 8 tahun, 11 tahun, dan yang paling besar berusia 14-15 tahun. Kementerian Sosial akan memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap mereka.
"Utamanya agar mengembalikan kepercayaan diri mereka, dan pada gilirannya kita akan mengikis kemungkinan paham-paham radikal yang merupakan ajaran dari orangtua mereka. Harus dipastikan, harus dibersihkan dari paham tersebut," jelasnya.
Namun, Idrus tidak mengatakan di mana ketujuh anak tersebut ditempatkan dengan alasan keamanan dan pemulihan psikologis anak-anak.
"Saya kira demi kepentingan dan keamanan, saya mohon maaf kepada wartawan dan masyarakat, untuk sementara tidak saya sampaikan tempat penampungan tersebut. Karena secara psikologis dan keamanan masih perlu dilindungi," tutur Idrus.
Idrus juga belum bisa memastikan berapa lama anak-anak tersebut berada dalam pendampingan Kementerian Sosial. Dirinya hanya menyampaikan bahwa perlu ada parameter untuk memastikan kondisi kesehatan, fisik, dan psikologis mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar