Suara.com - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari untuk pertama kalinya harus menjalani Lebaran di luar kampung halamannya. Rita yang terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi merayakan Lebaran tahun 2018 di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Untuk merayakan lebaran bersama, keluarga Rita membawakan makanan yang biasanya disajikan khusus di hari Lebaran. Hal itu disampaikan oleh Suami Rita, Endri Efran Syafril di sela kunjungannya ke Rutan KPK yang terletak di belakang gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
"Bawa makanan aja dari rumah, sama keluarga," kata Endri di Rutan KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).
Endri juga sempat menuturkan bahwa dirinya sempat bercengkerama dengan sang istri di dalam rutan, namun karenakan peraturan rutan yang melarang para pengunjung untuk merokok, ia pun menyempatkan diri beberapa menit keluar ke depan rutan.
"Udah ketemu di dalam," tutupnya.
Diketahui, di hari Lebaran, para keluarga tahanan saat ini diperbolehkan untuk masuk mengunjungi kerabatnya yang ada di dalam rutan.
Waktu kunjungan pun diperpanjang 1 jam lebih lama dari biasanya, sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB.
Berita Terkait
-
KPK Endus Aliran Uang Berjenjang ke Pemuda Pancasila di Kasus Tambang Rita Widyasari
-
KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno
-
Skandal Suap Eks Bupati Kukar, KPK Sebut 3 Perusahaan Ini Jadi Alat Gratifikasi Rita Widyasari
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Tetapkan 3 Tersangka Korporasi
-
Usut Gratifikasi Batu Bara Eks Bupati Kukar, KPK Panggil WNA India Sankalp Jaithalia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara