Suara.com - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyita aset milik Direktur Utama PT Hasanah Tour Sriwijaya, Faorita (47) dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan pencucian uang terhadap ratusan jamaah umrah dan haji yang menggunakan jasanya.
Penyidik Polda Sumsel menyita 10 kios milik Faorita di Jalan HBR Motik yang juga menjadi kantor PT Hasanah Sriwijaya, setelah sebelumnya mobil milik Faorita juga disita.
Polisi terlebih dahulu pengamankan barang bukti berupa enam KTP elektronik, sejumlah buku tabungan, kuitansi, mata uang asing dan beberapa alat bukti lainnya saat penangkapan tersangka.
"Kami melakukan penyitaan, karena tersangka kami kenakan pasal TPPU. Sehingga aset milik tersangka kami sita," ujar Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto, Jumat (22/6/2018) kemarin.
Menurutnya, tersangka dianggap melakukan penipuan dan penggelapan terkait penyaluran biaya keberangkatan ibadah umrah. Dalam kasus tersebut, setidaknya para calon jamaah umrah sudah menyetorkan uang keberangkatan dengan total lebih dari Rp 20 miliar tersebut.
"Kami masih melakukan pengembangan, bisa saja ada tersangka lain. Tetapi saat ini, kami masih melakukan pengembangan," ujar Budi.
Dari pantauan di lokasi, 10 ruko milik PT Hasanah Barokah Sriwijaya dipasangi garis polisi. Selain itu, penyidik juga menempelkan tanda pemberitahuan bila kios dalam pengawasan penyidik Subdit 1 Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel.
Sementara, pantauan di lokasi, meski terlihat lengang lantaran tidak ada aktivitas apapun, garis polisi terpasang di 10 unit ruko berwarna warni tersebut. [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
-
Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!
-
Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena