Suara.com - Panwaslu Kabupaten Bekasi menyebutkan jika empat kandidat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat melakukan pelanggaran administratif secara merata.
Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi, Syaiful Bahri mengatakan, jika kesalahan terjadi pada massa kampanye Pilgub Jabar yang berlangsung selama 4 bulan.
"Terbanyak yaitu pelanggaran alat peraga kampanye (APK). Dari segi jumlah hampir merata. Kebanyakan menyangkut desain dan penempatan," katanya, Selasa (26/6/2018).
Lanjut Syaiful, rekomendasi itu telah diserahkan kepada KPU. Ia menyebutkan untuk pelanggaran lain tidak ada karena di Kabupaten Bekasi paslon tidak berkampanye secara terbuka melainkan hanya berkunjung.
"Sesuai tahapan kita sudah masuk hari tenang sejak Minggu. Kita sudah sisir semua APK. Untuk APK yang ada di jalan protokol insya Allah sudah," ujarnya.
Untuk wilayah rawan, indikator Panwaslu diakui berbeda dengan kepolisian. Misalkan kepolisian membagi wilayah rawan menjadi dua yaitu, rawan konflik dan rawan bencana alam.
Sementara, Panwaslu menduga kerawanan berdasarkan potensi pelanggaran yang mungkin terjadi dari pengalaman lalu menjadi catatan histornya.
Selain money politic, kata Syaiful, kerawanan lain ialah pendataan pemilih di sejumlah titik karena pemilih baru pindah sehingga tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT).
Syaiful mengatakan, itu dapat terakomodasi lewat daftar pemilih pindahan (DPPh).
Untuk diketahui, Pilkada Gubernur Jawa Barat diikuti empat pasang calon, pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil - Uu Ruzanul Ulum, pasangan nomor urut 2 TB Hasanudin - Anton Charliyan, pasangan nomor urut 3 Sudrajat - Ahmad Syaikhu, lalu pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi. [Yakub]
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia