Suara.com - Juherman alias Man (36) tidak dapat berkutik lagi setelah kedua kakinya tertembus peluru polisi. Ia terpaksa dilumpuhkan karena melarikan diri saat akan ditangkap aparat gabungan Substansi III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Muaraenim pada Senin (2/7/2018).
Ia ditangkap di rumahnya, Jalan Sersan Zaini, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang karena terlibat perampokan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Kabupaten Muaraenim, Sabtu, (9/6/2018).
Usai ditangkap, Man akhirnya 'bernyanyi' dan memberitahu lokasi persembunyian salah satu rekannya yakni Feri alias Kancil (42). Feri pun ditangkap tanpa perlawanan pada hari yang sama di rumahnya di Jalan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, Sumatera Selatan.
Tersangka Man dan Feri merupakan dua dari enam kawanan pelaku perampokan di Kantor Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Muaraenim.
Awalnya kawanan pelaku membobol brankas kantor, namun brankas ternyata kosong tidak ada uang. Kawanan pelaku pun akhirnya menggasak dua unit sepeda motor dan ponsel milik penjaga malam.
Tersangka Juherman mengaku, aksi perampokan dilakukan bersama lima rekannya memang sudah direncanakan. Namun tersangka Man hanya berperan menjaga di luar.
"Saya cuma mengantar saja. Yang masuk ke dalam itu Feri, Nawi, Lohai, Arif dan Adek. Sesudah itu saya hanya diberi uang lima ratus ribu dan tidak tahu hasil rampokan mereka," kata dia.
Tersangka Man dan Feri Kancil mengakui, jika perampokan dilakukan karena tidak memiliki uang untuk kebutuhan Lebaran.
"Kami lagi tidak ada uang, jadi merencanakan untuk merampok. Saya tidak tahu di mana keberadaan teman-teman yang lain. Karena kami berpisah sejak merampok itu," ujarnya lagi.
Baca Juga: Menang Quick Count Pilkada Malut, Ahmad Hidayat Mus Dicokok KPK
Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, setelah mengetahui keberadaan salah satu pelaku, tim gabungan dari Polres Muaraenim dan Subdit III Jatanras langsung bergerak untuk melakukan penangkapan.
Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap petugas. Sementara pelaku lainnya tidak melakukan perlawanan. Dari penangkapan kedua pelaku, petugas mendapatkan barang bukti satu pucuk senjata api jenis revolver dan kunci leter T.
"Untuk selanjutnya kedua tersangka kami serahkan ke Polres Muaraenim. Petugas juga masih terus berkoordinasi untuk menangkap pelaku lainnya yang masih DPO," kata Yoga. [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan