Suara.com - Sepanjang 10 tahun terakhir, Polda Papua telah kehilangan 30 nyawa personilnya yang tewas akibat aksi penembakan oleh kelompok sipil bersenjata (KSB). Aksi penembakan ini juga melukai 57 anggota polisi.
Sementara dari warga sipil yang mengalami luka tembak akibat kebiadaban KSB berjumlah 117 orang. 78 orang di antaranya harus meregang nyawa.
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan ke-30 orang polisi yang tewas itu, termasuk dua polisi yang ditemukan meninggal saat melakukan pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Kampung Douw. Kedua polisi itu gugur usai dihadang KSB di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya.
"Kejadian penembakan banyak menyerang petugas dan warga sipil di wilayah Pegunungan Tengah Papua, di antaranya Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Mimika, Paniai, Dogiyai, Lanny Jaya," kata Rafli seperti dikutip laman Kabarpapua.co (jejaring Suara.com) dalam Refleksi Semester I tahun 2018 di Mapolda Papua, Selasa (3/7/2018).
Pada semester awal 2018 ini, jumlah penembakan yang dilakukan KSB di Papua mencapai 18 kasus. Rinciannya, 5 kasus penembakan di kawasan PT Freeport Indonesia pada 16 Januari – 29 April 2018. Lalu pada 22 - 23 Juni terjadi penembakan pesawat Dimonim Air dan Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga.
Kasus penembakan lainnya yang dilakukan KSB pada yakni pada 27 Juni, dengan korban tukang ojek di Mulai, Kabupaten Puncak Jaya. Kemudian aksi penembakan serta penghadangan 9 anggota polisi di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya.
Walau begitu, aksi gangguan keamanan pada semester I 2018 terbilang menurun dibandingkan semester yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada semester I tahun 2017 mencapai 4.349 kasus, sementara pada semester I tahun 2018 mencapai 3.858 kasus.
"Gangguan keamanan yang paling menonjol adalah gangguan konvensional yang meliputi pencurian motor, pencurian dengan kekerasan, pengeroyokan, curat dan anirat," imbuh Rafli.
Baca Juga: Ditangkap KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Dibawa ke Jakarta
Berita ini sebelumnya telah terbit di laman Kabarpapua.co dengan judul "30 Polisi dan 78 Warga Sipil Tewas Tertembak KSB Sepanjang 10 Tahun"
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat