Suara.com - Kepolisian Sektor Sawah Besar, Jakarta Pusat menembak MS. Lelaki 24 tahun itu ditangkap lantaran ketahuan mau menjambret di Jalan Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018) malam.
MS ditembak bagian kaki karena ingin menyerang polisi saat ingin ditangkap. Setelah ditembak, MS dibawa ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Akhirnya untuk melukai kakinya kami dibawa petugas ke RS Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur guna mendapatkan pertolongan pertama," kata Kapolsek Sawah Besar Komisaris Polisi, Mirzal Maulana, dikonfirmasi, Sabtu (7/7/2018).
MS melakukan aksinya bersama satu orang rekan berinisial ERN, yang kini masih dalam pengejaran oleh petugas. Modus yang dipakai oleh MS dalam melakukan aksinya menuduh korbannya telah melukai rekannya tersebut.
Selanjutnya, MS mengajak korbannya tersebut bertemu rekannya yang sebetulnya fiktif. Dia membawa korbannya ke tempat yang sepi dan memukuli bersama ERN dan mengambil sejumlah barang berharga.
Mirzan menyebut korban terakhir dari kedua pelaku bernama Rifki (14). Kedua pelaku bertemu korbannya di Jalan Karang anyar Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, didekat halte bus way, masjid Istiqlal.
"Tersangka membawa korban Rifki berikut dengan tas selempang miliknya dengan dalih untuk diperlihatkan kepada kawan tersangka yang terkena tusukan. Setelah korban dibawa untuk keliling, akhirnya korban diturunkan di Jalan Karang Anyar lalu secara spontan tersangka merampas tas," ujar Mirzan
"Korban sempat berteriak meminta tolong dan memberi perlawanan dengan cara menarik kunci motornya. Namun para lelaku langsung memukuli korban dan kabur membawa barang milik korban," Mirzan menambahkan
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MS harus mendekam dipenjara disangkakan dengan pasal 365 juncto Pasal 363 KUHP.
Baca Juga: Kelaparan, Buruh Serabutan Jambret Emak-emak untuk Beli Mi Ayam
"Untuk rekannya kami tengah memburu yang kabur saat akan diciduk," tutup Mirzan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien