Suara.com - Sopir taksi online bernama Soeharto alias Alex, ditemukan tewas mengenaskan pada lahan milik Perhutani, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kuat diduga, Soeharto dibunuh pada Selasa (31/7) pekan ini oleh kawanan perampok. Warga sekitar menemukan mayat korban dalam kondisi luka bekas cekikan di bagian leher dan wajah penuh luka lebam.
Luka lebam di sekitar wajah korban diduga bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul. Selain itu, saat ditemukan, korban mengenakan kaus warna putih hitam bertuliskan Senior High School Bani Taowa Bekasi. Korban mengenakan bawahan celana jeans hitam.
Keluarga menungkapkan, sempat menerima telepon dari pihak keluarga. Namun, mereka merasa janggal karena saat dihubungi suara Anto—sapaan akrab Soeharto—seperti dalam tekanan. Selain itu, Anto membagikan lokasi terakhir korban kepada salah satu kerabat.
Kondisi Anto sebelum tewas itu diceritakan oleh Maulana (29), salah satu kerabatnya. Ia mengatakan, pada Senin (30/7) sore, Anto mendapat orderan dari wilayah Bekasi Timur menuju Subang, Jawa Barat, dengan bayaran sebesar Rp 800 ribu
Sekitar pukul 18.16 WIB, Anto kemudian menghubungi Kamil dan membagikan lokasi melalui aplikasi pesan WhatsApp. Menurut Maulana, saat itu diketahui keberadaan Anto di kawasan Subang, Jawa Barat.
"Dia juga kirim pesan, ‘Kalau ada apa-apa ini TKP-nya bro, gua kejebak’ isi chat-annya begitu bang," kata Maulana saat dikonfirmasi, Rabu malam, 1 Agustus 2018.
Kamil yang curiga kemudian berusaha menelepon Anto, namun tak ada respons. Kamil dan Anto yang juga tergabung dalam sebuah komunitas, kemudian menghubungi perwakilan komunitas tersebut di Subang untuk mencari keberadaan Anto.
"Semua pada hubungin dan cari Anto, tapi gak ada hasil," katanya seperti diberitakan Kriminologi—jaringan Suara.com, Kamis (2/8/2018).
Baca Juga: Banyak Izin Lingkungan Diberikan Jelang Pemilu, Walhi Lapor KPK
Menurut Maulana, sekitar pukul 20.30 WIB, telepon Kamil bisa dihubungi. Panggilan telepon tersebut kemudian dijawab Anto yang saat itu menurut Kamil terlihat janggal.
"Kata Anto, saya gak apa-apa bro, abis itu udah gak bisa dihubungin lagi. Keluarga dan teman-teman juga panik," katanya.
Kabar tersebut ternyata merupakan kabar terakhir Anto sebelum Polres Sumedang menemukan jenazah anto di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
"Dapet kabar mas Anto udah gak ada, ditemuin tewas sama warga di semak-semak daerah Sumedang, ada luka di bagian leher, wajah dan kepala," kata Maulana.
Jenazah Anto telah dimakamkan di Tempat Pemakamam Umum (TPU) Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu, 1 Agustus 2018 pagi.
Berita ini kali pertama diterbitkan Kriminologi.id dengan judul “Sopir Grab Tewas Dirampok, Keluarga Curiga Suara Alex Janggal”
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan