Suara.com - Polisi telah menetapkan dua anggota suporter Persitara Jakarta Utara sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu terkait kasus tawuran maut dengan warga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur yang memakan satu korban jiwa.
"Sudah kami tetapkan dua orang sebagai tersangka," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).
Namun begitu, Nico tidak merinci identitas tersangka kasus tawuran maut tersebut. Sebab, kata dia, kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Timur.
"Sementara dilaksanakan Polres Jaktim ya, nanti silahkan (tanyakan) di Polres Jaktim," ujar Nico.
Terkait kasus ini, Nico sangat menyayangkan. Selain menelan korban jiwa, aksi tawuran maut yang melibatkan suporter Persitara dan warga itu terjadi jelang penyelenggaran Asian Games di Jakarta pada 18 Agustus mendatang.
Agar kasus ini tak lagi terulang, dia meminta agar seluruh warga termasuk suporter sepakbola tak melakukan perbuatan melawan hukum saat mendukung tim kesayangannya berlaga.
"Kami Polda metro mengimbau kepada seluruh masyarakat yang diikat dalam bentuk persatuan, dalam ormas, apalagi masalah sepakbola ini fanatisme berlebihan. Ini bisa dikendalikan oleh pimpinan masing-masing. Seyogyanya olahraga adalah sportifitas, sehingga jangan gara-gara oknum satu dua orang menciderai sportifitas," imbaunya.
"Indonesia sebentar lagi Asian Games. Sehingga layak kalau Jakarta ini aman. Dan kewajiban kita untuk melakukan menjaga keamanan. Jadi kami dengan Polres Jaktim akan bekerja sama untuk memproses dan melakukan upaya pencegahan agar ini (tawuran) enggak terjadi," imbuh Nico.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra mengatakan, polisi menangkap dua orang yang kedapatan membawa senjata tajam saat terjadinya bentrokan suporter tim sepakbola Persitara dengan warga di kawasan Ciracas pada Sabtu (4/8/2018) kemarin.
Baca Juga: Gempa Lombok Susulan 3 Detik, Warga Panik dan Berlarian
Tony menjelaskan, pelaku tawuran yang ditangkap merupakan suporter Persitara, Jakarta Utara. Aksi tawuran yang menewaskan satu korban jiwa diduga dipicu penjarahan oleh para suporter terhadap warung-warung di Jalan Layang, Ciracas, Jakarta Timur.
Penjarahan itu terjadi saat rombongan suporter Persitara hendak menuju perjalanan ke Markas Komando Brigif Cijantung, tempat pertandingan Persitara melawan ABC Wirayudha.
Akibat tindakan oknum suporter yang menjarah barang dagangan di sejumlah warung membuat pedangan dan warga geram. Bentrok antara para suporter dengan warga pun pecah hingga merenggut satu korban jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan