Suara.com - Korban gempa Lombok di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih trauma. Gempa menggetarkan NTB berkekuatan 7 skala richter (SR).
Pengungsi gempa takut pulang ke rumahnya karena takut gempa susulan. Sementara gempa Lombok susulan kembali terasa sejak Senin hingga Rabu (8/8/2018). Hari ini saja gempa Lombok kembali terasa dengan kekuatan sekitar 4.5 Skala Richter (SR).
Rasa trauma warga tak dapat disembunyikan dari raut wajah mereka yang lebih baik mengungsi di sebuah lahan kosong dengan tenda -tenda darurat seadaanya yang dibuat oleh warga dengan menggunakan terpal sebagai atap untuk mereka beristirahat.
"Kami masih trauma. Nggak mau pulang ke rumah. Ya, rumah juga sudah hancur roboh semua," kata Desi Asri (45) warga Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8/2018).
Menurut Desi, warga lebih memilih untuk tinggal sementara waktu di pengungsian. Dari pada pulang ke rumah masing-masing yang memang sebagian sudah tak dapat ditinggali kembali.
"Nggak berani masih. Kami lebih baik istirahat di sini dengan bantuan dari pemeritah juga walaupun belum semuanya," ujar Desi.
Hal sama diungkapkan pengungsi lain, Ahmad Sadori (37) menyebut tak akan meninggalkan lokasi pengungisan lantaran menurutnya masih belum aman.
"Masih mau disini (pengungsian). Kami belum mau pulang. Apalagi masih ada gempa lagi kan," ujar Ahmad.
Ahmad menjelaskan masih bertahan di tempat posko pengungsian agar keluarganya tetap aman dan terhindar dari yang tak diinginkan.
Baca Juga: 4 Hari Pasca Gempa Lombok, 1 Jenazah Masih Tertindih Pilar Masjid
"Iya di sini untuk menghindari. Kasian anak istri saya kalau ada tiba-tiba (gempa) kami pulang. Masih aman disini," ujar Ahmad
Pantauan Suara.com, sejumlah warga masih banyak mengungsi dengan disediakan dapur umum dan kamar mandi yang disediakan oleh anggota tim evakuasi gabungan TNI dan Polri. Hingga kini setidaknya, korban gempa lombok sudah mencapai 105 orang meninggal dunia.
Berita Terkait
-
4 Hari Pasca Gempa Lombok, 1 Jenazah Masih Tertindih Pilar Masjid
-
Gempa Lombok Susulan, Nenek Panik: Bagaimana Keadaan Cucu?
-
Gempa Lombok Susulan 3 Detik, Warga Panik dan Berlarian
-
Gempa Lombok, Kapolda Metro Siap Kirim Polwan Bila Dibutuhkan
-
Gempa Lombok, Polda Metro Hari Ini Terbangkan Bantuan Logistik
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno