Suara.com - Kamar kerja pemimpin DPRD Batam, Kepulauan Riau, bernama Zainal Abidin, diduga menjadi tempat pesta seks oleh seorang anggota DPRD Kampar Provinsi Riau dan dua pegawai honorarium.
Seperti diberitakan Batamnews—jaringan Suara.com, Rabu (8/8/2018), peristiwa tersebut sudah cukup lama terjadi, tapi baru mencuat pada pekan ini setelah satu petugas kebersihan berinisial Bd buka mulut.
Berdasarkan kesaksian Bd, kisah pesta seks itu bermula saat Zainal menerima tamu anggota DPRD Kampar di ruang kerjanya.
Ketika itu, Zainal sempat berpamitan untuk meninggalkan ruangannya, sehingga sang tamu ditemani dua perempuan pegawai honorarium berinisial JD dan AM.
Bd menceritakan, menemukan hal yang jangal ketika hendak membersihkan ruangan istirahat Zainal.
Salah satunya kondisi tempat tidur Zainal acak-acakan. Tidak hanya itu, Bd juga menemukan handuk yang sudah kotor.
Setelah kisah itu mencuat ke publik, kedua staf DPRD batam itu dikabarkan dinonaktifkan.
Zainal Abidin sendiri membatah kabar tak elok tersebut. Ia tak mengira hal itu akan terjadi ruangannya. Apalagi di kamar ruang istrihatnya.
"Berpikir akal sehat, apa mungkin kejadian (mesum) terjadi di sini," ujar Zainal kepada wartawan.
Baca Juga: Indonesia Vs Malaysia, Fakhri Ingin Pemain Nikmati Pertandingan
Zainal mengakui tak mengetahui informasi itu sebelumnya. Justru ia mengetahui setelah kabar itu mencuat di media massa.
"Saya ketika itu sedang ada sidang paripurna," ujar Zainal. Namun seusai sidang paripurna, entah mengapa Zainal tak masuk ke ruangan, melainkan pulang ke rumah.
Cerita ini terus menggelinding bak bola salju. Bahkan, anggota ormas sempat berusaha melaporkan dugaan kejadian tak senonoh itu ke Polresta Barelang.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam Usman Ahmad turut prihatin dengan berita itu.
"Ruangan DPRD sangat berharga, kalau ternyata ada pelanggaran penegak hukum bisa bertindak," kata Usman.
Humas DPRD Kota Batam Taufik membenarkan penonaktifan kedua pegawai honorarium di bagian dapur tersebut. Hal itu diperkuat Sekretaris DPRD Kota Batam Asril.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro
-
Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur
-
Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu