Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan verifikasi kebenaran data korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal ini menyusul perbedaan data dari berbagai sumber terkait jumlah korban.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, memastikan jumlah korban meninggal dalam suatu bencana menjadi sangat penting karena menyangkut penyaluran bantuan.
Baca Juga: H-11 Asian Games, Polda Metro Bekuk Ribuan Jambret dan Begal
Ini sudah menjadi konsekuensi pemerintah untuk memberikan bantuan santunan duka cita.
"Identitas korban sangat diperlukan terkait bantuan santunan duka cita kepada keluarga korban sebesar Rp 15 juta kepada ahli waris korban," kata Sutopo, Rabu (8/8/2018).
Sutopo menjelaskan, setiap data korban jiwa yang dicek harus memiliki identitas jelas, yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat.
Nantinya data-data itu akan di-crosscheck satu sama lain untuk menghindari identitas ganda.
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melalui Komandan Satgas dan Wakil Komandan Satgas, juga berencana mengundang kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah untuk menyamakan data korban pada, Kamis (9/8/2018).
Rencananya, BNPB akan mendampingi Pemprov NTB dalam pertemuan tersebut.
"Masing-masing lembaga diminta membawa data dengan lebih detail, yaitu identitas korban meninggal dunia, yaitu nama, usia, gender dan alamat. Data akan di-crosscheck-kan satu sama lain," ungkap Sutopo.
Baca Juga: Minimal 16 Emas di Asian Games, Jokowi : Enggak Boleh Kurang Satupun
Sebelumnya, data korban meninggal dunia menurut BNPB dan BPBD NTB sebanyak 131 orang. Namun, data laporan TNI ada sebanyak 381 orang meninggal dunia.
Berbeda lagi dengan pernyataan Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi dan Basarnas yang mengatakan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di NTB sebanyak 226 orang.
Sedangkan, data dari Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar korban meninggal dunia di Lombok Utara 347 jiwa, berdasarkan pertemuan camat se-Lombok Utara.
Berita Terkait
-
Kaesang Minta Kader PSI NTB Belajar dari Senior, Dorong Regenerasi Menuju Kursi DPRD
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
Media Barat Curigai Benda Mirip Torpedo di Selat Lombok 'Mata-mata China', Apa Fungsinya?
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!