News / Nasional
Rabu, 08 Agustus 2018 | 23:11 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah korban gempa bumi yang telah ditemukan saat proses pencarian di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8). [Antara/Zabur Karuru]

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan verifikasi kebenaran data korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal ini menyusul perbedaan data dari berbagai sumber terkait jumlah korban.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, memastikan jumlah korban meninggal dalam suatu bencana menjadi sangat penting karena menyangkut penyaluran bantuan.

Baca Juga: H-11 Asian Games, Polda Metro Bekuk Ribuan Jambret dan Begal

Ini sudah menjadi konsekuensi pemerintah untuk memberikan bantuan santunan duka cita.

"Identitas korban sangat diperlukan terkait bantuan santunan duka cita kepada keluarga korban sebesar Rp 15 juta kepada ahli waris korban," kata Sutopo, Rabu (8/8/2018).

Sutopo menjelaskan, setiap data korban jiwa yang dicek harus memiliki identitas jelas, yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat.

Nantinya data-data itu akan di-crosscheck satu sama lain untuk menghindari identitas ganda.

Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melalui Komandan Satgas dan Wakil Komandan Satgas, juga berencana mengundang kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah untuk menyamakan data korban pada, Kamis (9/8/2018).

Rencananya, BNPB akan mendampingi Pemprov NTB dalam pertemuan tersebut.

"Masing-masing lembaga diminta membawa data dengan lebih detail, yaitu identitas korban meninggal dunia, yaitu nama, usia, gender dan alamat. Data akan di-crosscheck-kan satu sama lain," ungkap Sutopo.

Baca Juga: Minimal 16 Emas di Asian Games, Jokowi : Enggak Boleh Kurang Satupun

Sebelumnya, data korban meninggal dunia menurut BNPB dan BPBD NTB sebanyak 131 orang. Namun, data laporan TNI ada sebanyak 381 orang meninggal dunia.

Berbeda lagi dengan pernyataan Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi dan Basarnas yang mengatakan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di NTB sebanyak 226 orang.

Sedangkan, data dari Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar korban meninggal dunia di Lombok Utara 347 jiwa, berdasarkan pertemuan camat se-Lombok Utara.

Load More