Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kesal partainya terus digoyang isu aliran dana suap PLTU Riau-1. Kasus itu menjadikan tersangka mantan sekjen Golkar, Idrus Marham.
Di proyek itu, Golkar disebut kecipratan duit Rp 2 miliar. Tapi Airlangga membantahnya.
Tersangka kasus suap Eni Saragih membeberkan adanya aliran dana Rp 2 miliar untuk kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang digelar Desember 2017 lalu.
Airlangga mengatakan meskipun kala itu Eni menjabat sebagai bendahara Munaslub Partai Golkar 2017. Namun dirinya menegaskan suap tersebut merupakan tindakan pribadi Eni.
"Kenapa asik ganggu Golkar terus? Apa yang dilakukan pribadi itu tidak ada hubunganya dengan institusi partai, jadi jelas di situ," kata Airlangga di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Kamis (30/8/2018).
Terlebih lagi, Airlangga menegaskan waktu proses kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau tidak bersamaan dengan waktu Munaslub Golkar berlangsung.
"Proyek itu kapan, proyek itu tidak ada hubungannya sama Partai Golkar, jadi itu yang harus dicatat jangan dijadikan satu. Kejadian dari sequence waktu, udah jelas kapan kegiatan ini diinisiasi, kapan itu Munaslub Golkar," pungkasnya.
Untuk diketahui, Eni mengungkapkan, bahwa ada sebagian aliran suap PLTU Riau-1, sebesar Rp 2 miliar yang didapat dari Johannes B. Kotjo untuk kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang digelar pada Desember 2017 lalu.
Eni yang juga sebagai kader Partai Golkar mengakui, mendapat perintah dari ketua umum untuk mengawal proyek PLTU Riau-1. Namun Eni, tak menyebut nama siapa ketua umum yang memerintahkan.
Baca Juga: KPK Tak Mau Buru-buru Tahan Idrus Marham
"Karena saya petugas partai, saya petugas partai, kalau ada (perintah) pasti kan saya ada ketua umum," kata Eni di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/8/2018).
Berita Terkait
-
KPK Gali Info Korupsi Dana Proyek PLTU Riau-1 dari IRT
-
Bahas Isu Ekonomi, Golkar Contoh Cina Sukses di Asian Games
-
Jokowi-Prabowo Pelukan, Ketum Golkar: Wartawan Jangan Dramatisir
-
Eni Saragih Ngaku Diperintah Ketua Golkar Kawal Proyek PLTU Riau
-
Terjerat Kasus PLTU Riau-1, Eni: Saya Hanya Petugas Partai
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan