Suara.com - Hasil survei yang dilakukan lembaga peneliti Y-Publica menunjukan elektabilitas calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin masih unggul ketimbang pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno. Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat perolehan suara sebesar 52,7 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga hanya 28,6 persen.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto mengaku tak mau sombong dengan hasil survei yang menangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Kami tetap tidak boleh dalam kompetisi ini kita bersikap sombong. Kemudian meremehkan segala sesuatu apalagi terkait masa depan bangsa," ujar Hasto di Posko Cemara, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).
Menurut Hasto hasil survei sejumlah lembaga yang dimenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf akan dijadikan motivasi untuk terus bekerja keras memenangkan pasangan yang sudah didukung sembilan partai politik.
"Survei tinggi itu memberikan dorongan untuk bekerja lebih keras lagi, lebih baik lagi, dan terus lakukan perbaikan di seluruh aspek sehingga tim kampanye ini hadir di ruang-ruang publik yang menjadi misi karena misi pemenangan berarti jika saat bersamaan kita menangkap seluruh harapan rakyat terhadap pemimpin," tandasnya.
Berita Terkait
-
Kubu Prabowo Temukan DPS Ganda, Kubu Jokowi: Laporkan KPU Saja
-
Kubu Prabowo Klaim Temukan 25 Juta Pemilih Ganda di DPS
-
Sandiaga Uno Sindir Joko Widodo Kampanye Pakai Fasilitas Negara
-
Joko Widodo Umumkan Ketua Tim Kampanye Nasional Pada 7 September
-
Asian Games 2018 Sukses, Prabowo Subianto Puji Pemerintah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir