Suara.com -
Politikus Hasto Kristiyanto menyarankan kubu calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno untuk melaporkan temuan daftar pemilih ganda ke Komisi Pemilihan Umum. Pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan capresn Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin ini menyusul klaim kubu Prabowo yang menemukan sekitar 25 juta pemilih ganda dari sekitar 137 juta pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara atau DPS.
"Ya dilaporkan langsung ke KPU saja. Kami juga mencermati tersebut. Karena misalnya dari keluarga saya sendiri, dulu Pilgub ikut memilih. Tiba-tiba kemarin tidak bisa memilih," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018)
Menurut Hasto temuan DPS ganda dari kubu Prabowo - Sandiaga merupakan sisa -sisa Pemilu 2009. Hasto menuturkan ketika Pemilu 2004 merupakan Pemilu yang paling demokratis setelah Pemilu 1995. Sebab ketika itu ada mekanisme pemuktahiran data pemilih, pemberian stiker, pendataan yang berkelanjutan dan sistem Informasi Teknologi yang baik sampai ke TPS.
"Tapi Pemilu 2009 adalah titik balik dari Demokrasi kita. Di 2009 terjadi manipulasi DPT dan dijadikan alat. Saat itu kami lakukan koreksi. Saat itu terbentuk panitia angket untuk mengkoreksi agar DPT tidak dijadikan alat untuk Pemenangan," kata dia.
Tak hanya itu, Sekjen PDI Perjuangan juga menuturkan pemerintahan Jokowi memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi seperti memperbaiki Daftar Pemilih Tetap.
"Pemerintah Pak Jokowi mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Sehingga DPT bisa dilakukan perbaikan-perbaikan dan itu yang menjadi konsen kami. Bahwa setiap warga negara yang punya hak pilih harus dijamin secara konstitusional," ucap Hasto.
Lebih lanjut Hasto mengatakan terkait DPT pihaknya akan bekerjasama dengan kubu Prabowo untuk mendorong KPU agar tidak terjadi persoalan DPT saat Pemilu 2019.
"Jadi terkait DPT kita bekerjasama. Kubu Pak Prabowo dan Sandi, kemudian kubu Pak Jokowi-Ma'ruf, mari kita berkerjasama mendorong KPU, agar DPT melindungi hak konstitusional warga negaranya," ucap Hasto.
Selain itu koalisi parpol pendukung Jokowi - Maruf juga akan mencermati perihal permasalahan DPT. Hasto ingin Pemilu 2019 berjalan dengan baik.
Baca Juga: Soroti Tim Kampanye Jokowi, Gerindra: Sudah Putus Urat Malunya
"Ya kami terus cermati. Dalam Pilkada kan kami sampaikan. Karena PDI Perjuangan yang berteriak paling keras masalah DPT. Karena itu, saat PDI Perjuangan di dalam pemerintahan, kami mendorong agar tidak ada lagi persoalan DPT, sebagaimana terjadi pada 2009 yang lalu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis
-
Vietnam Unggul 1-0 Atas Kamboja, Timnas Indonesia Masih Tanpa Gol, Garuda di Ujung Tanduk
-
Istana Akui Presiden Prabowo Pertimbangkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa
-
Rekam Jejak Aneh Wasit Oman Khalfan Al-Amouri Laga Singapura vs Timnas Indonesia
-
CIMB Niaga Gandeng Ajaib, Permudah Nasabah Investasi Saham
-
Ada Dugaan Praktik Curang di Sektor Pangan, Bikin Rugi Rp100 Triliun
-
Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah
-
Febrie Adriansyah dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Secara Terpisah
-
Cari HP Kamera Terbaik 5 Jutaan? Ini 5 Pilihan dengan Foto Paling Tajam