Suara.com - Belasan korban jiwa dalam kecelakaan maut bus pariwisata di Jalur Cikidang, Kabupaten Sukabumi akan dibawa ke Rumah Duka Sinar Kasih, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Jenazah para korban tersebut akan diserahterimakan dari pihak PT Catur Putra Jaya (dealer motor Honda) Kemang kepada pihak keluarga untuk selanjutnya disemayamkan di rumah duka masing-masing.
Pantauan Suara.com, hingga pukul 00.30 WIB suasana di Rumah Duka Sinar Kasih Kota Bogor terus dipenuhi keluarga korban. Selain itu, terlihat beberapa mobil ambulance masuk ke area Rumah duka.
Mereka masih menunggu kedatangan jenazah dari RSUD Palabuhanratu yang akan diserahterimakan kepada pihak keluarga korban. Hingga saat ini, belum diketahui secara kedatangan jenazah tersebut.
"Ini saya lagi nunggu, informasinya ada 18 jenazah yang mau dibawa ke sini," kata salah satu keluarga korban kecelakaan, Tomy Nugroho (37), kepada Suara.com saat ditemui lokasi, Minggu (9/9/2018).
Tomy menambahkan, salah satu korban jiwa dalam kecelakaan bus tersebut merupakan istrinya Nurul Sobah (35). Rencananya, jasad Nurul akan dibawa ke rumah duka di daerah Ciomas, Kabupaten Bogor.
"Iya (meninggal dunia), dia kerja sebagai sales counter di PT Catur Putra Jaya, Kemang, Bogor. Rencananya mau dimakamin besok," ungkap Tomy.
Seperti diketahui, bus yang membawa rombongan PT Catur Putra Jaya (dealer motor Honda) Kemang, Bogor mengalami kecelakaan di Jalur Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat siang tadi.
Sopir bus tersebut diduga tidak menguasi medan sehingga hilang kendali dan masuk ke jurang sedalam 30 meter. Akibatnya, 21 orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka dalam musibah ini.
Kontributor : Rambiga
Berita Terkait
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!