Suara.com - Diameter lubang misterius yang ditemukan di tengah sawah di Kampung Legoknyenang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus meluas. Awalnya yang hanya berdiameter enam meter, sekarang bertambah jadi tujuh meter.
"Kami khawatir lubang yang berada di tengah sawah di RT 05 RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit terus melebar hingga ke perkampungan warga karena jarak lubang ke permukiman dekat hanya sekitar 20 meter," kata salah seorang warga sekitar, Yogi Prayoga di Sukabumi, seperti diwartakan Antara, Selasa (11/9/2018).
Ia menduga diameter lubang tersebut meluas pada saat subuh atau malam hari padahal tidak turun hujan sama sekali. Bahkan, garis polisi yang dipasang Polres Sukabumi Kota di lokasi ditemukan ada yang rusak padahal warga sekitar sudah melakukan penjagaan.
Hingga saat ini masih banyak warga yang datang untuk melihat kondisi lubang itu, dan pihaknya sudah mengingatkan agar tidak mendekat karena tanahnya masih labil dan terasa getaran yang tidak menutup kemungkinan akan ambles lagi.
Saat ini kedalaman lubang tersebut masih tetap sekitar enam meter.
Sementara, Camat Kadudampit Jenal Abidin mengatakan pihaknya sudah dihubungi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan pemeriksaan penyebab tanah tersebut bisa amblas.
"Tim PVMBG sudah masuk ke Sukabumi dan rencananya akan langsung melakukan pemeriksaan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
Terkini
-
Bukan Hanya TNI, Legislator PDIP: Kasus Andrie Yunus Bisa Berkembang, Mungkin Pihak Sipil Terlibat
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Komisi III DPR Tekankan Sinergi Polri-TNI Tangani Kasus Andrie Yunus Sesuai KUHAP Baru
-
Tok! Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Angin Kencang Picu Api Mengganas, Deretan Lapak di Kalideres Ludes Terbakar
-
Kapan Lebaran 2026? Arab Saudi Ajak Umat Muslim Pantau Hilal Pakai Teropong atau Mata Telanjang
-
Masyarakat Tetap Bisa Akses Layanan Informasi KPK saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran
-
AS dan Israel Dinilai Kewalahan Hadapi Iran, Pengamat Senior Ungkap Faktor Kunci Kekuatan
-
Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras, Disebut Jadi Langkah Proaktif Polri
-
Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran