Suara.com - Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Maruf Amin memiliki pendekatan khusus dalam meraup suara pemilih milenial. Wakil Ketua TKN Jokowi dan Maruf Amin, Arsul Sani mengatakan salah satu pendekatan dengan menggaet suara milenial yakni saat kampanye nanti akan menggundang Nisa Sabyan Gambus.
Sabyan Gambus merupakan salah satu grup musik gambus yang digawangi vokalis Nisa Sabyan yang tengah naik daun.
Sebab kata Arsul, kubu pasangan calon presiden Prabowo Subianto - calon waki presiden Sandiaga Uno kemungkinan akan mengundang penyanyi dangdut Via Vallen yang juga tengah naik daun.
"Kita kalau ngundang grup musik beda-beda. Kalau yang ini ya Nisa Sabyan ada lagi siapa itu, yang sono macam Via Vallen," ujar Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).
Arsul menuturkan pihaknya melakukan pendekatan yang berbeda-beda kepada pemilih milenial. Sebab kata Arsul ada perbedaan pendekatan kepada pemilih milenial baik berdasarkan demografi maupun berdasarkan keagamaan
"Nah tentu strategi kususnya pasti ada, tapi strategi ini kan tidak bisa khusus itu kemudian diberlakukan kepada pemilih milenial. Karena dari sisi demografi saja pemilih milenial yang diperkotaan dan di luar perkotaan yang diluar pedesaan saja, kan ada perbedaan terus dari sisi katakanlah demografi keagaamaan dari sisi santri ada yang bukan santri ada yang agamis ada yang biasa-biasa saja walaupun kita nggak boleh bilang sekuler itu kan juga memerlukan pendekatan yang berbeda beda," ucap Arsul.
Karena itu ia meyakini pendekatan kepada pemilih milenial akan dilakukan oleh TKN ataupun masing-masing partai untuk meraih suara di Pilpres ataupun di Pemilihan Legislatif.
"Nah saya kira pasti itu dengan sendirinya akan diaddress dengan cara yang berbeda -beda, tidak hanya oleh TKN tapi masing-masing partai. Karena bagaimana pun dengan pemilu serentak itu tentu kemudian masing-masing partai akan menggunakan pendekatan dalam meraih suara dari pemilih milenial di pileg itu kan sekaligus untuk pilpres juga," tandasnya.
Baca Juga: Jokowi - Ma'ruf Amin Klaim Sudah Bentuk Timses di 24 Provinsi
Berita Terkait
-
Jokowi - Ma'ruf Amin Klaim Sudah Bentuk Timses di 24 Provinsi
-
Iklan Jokowi di Bioskop, Prabowo - Sandiaga Diminta Pamer OK OCE
-
Debat Capres Bahasa Inggris, Kubu Jokowi Ingin Tes Alquran
-
Sebelum Memilih Jokowi atau Prabowo, Yenny Wahid Akan Lakukan Ini
-
Tim Prabowo Usul Debat Bahasa Inggris, Tim Jokowi: Jangan genit
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
-
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
-
DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
-
Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya
-
Tambahan TKD Rp10,6 Triliun Tuntas Disalurkan, Pemulihan Pasca Bencana Melaju Pesat
-
Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan