Suara.com - Peringatan hari bergabung warga Syiah berlangsung hari ini Kamis. Jutaan warga Syiah berkabung untuk menandai Asyura, acara tersuci di kalender mereka, di tengah peningkatan keamanan di banyak tempat untuk melindungi mereka dari serangan aliran.
Spanduk merah dan hijau berkibar di lingkungan Syiah di Kabul, ibu kota Afghanistan, sementara kelompok relawan bersenjata berdiri menjaga di masjid dan persimpangan utama.
Serangan dalam beberapa tahun belakangan membidik terutama suku kecil Syiah, Hazara, yang didaku sempalan IS, dan keamanan memburuk mengakibatkan pengurangan tajam pertemuan umum besar.
Di Bangladesh, negara berpenduduk 160 juta Muslim, tempat pegaris keras menyasar tempat suci dan masjid Syiah dalam beberapa tahun belakangan, pihak berwenang menyatakan keamanan diperketat.
"Meskipun tidak ada ancaman khusus, kami mengambil semua kemungkinan tindakan untuk menghindari kejadian tidak terduga," kata Asaduzzaman Mia, kepala kepolisian metropolitan di Dhaka, ibukota.
Asyura jatuh pada hari ke-10 bulan Muharram kalender Hijriah dan memperingati kesyahidan Imam Hussain Ibn Ali, salah satu cucu Nabi Muhammad, di dekat Karbala, di Irak sekarang, pada 680 Masehi.
Syiah menandai peringatan itu dengan upacara besar terbuka, kadangkala melibatkan penyiksaan diri berdarah untuk menandakan tautan dengan penderitaan Hussain, yang kematiannya melambangkan perjuangan luas melawan penindasan dan tirani.
"Itu bukan sekedar upacara, tapi juga kesempatan untuk mengakui kesalahan pada masa lalu," kata Humayan Kabir, warga Syiah di bagian tua Dhaka.
Kematian Hussain akhirnya menyebabkan pembagian Islam ke dalam dua aliran utama, Sunni dan Syiah, dan dalam beberapa tahun belakangan, peringatan itu dilanda serangan aliran berdarah di beberapa negara.
Di India, kaum Syiah membuat persiapan untuk menandai peringatan itu pada Jumat, sejalan dengan penampakan bulan.
"Kami mengabadikan pertempuran Karbala dan ingin menunjukkan bahwa jika berada di sana, kami akan berjuang bersama Hussain dan keluarganya," kata Nasir Hussain, warga wilayah sengketa Kashmir di Himalaya.
Pelayat akan berkumpul di ibukota keuangan Mumbai pada Kamis untuk upacara pra-Asyura, saat mereka mencambuk diri, berjalan di bara api dan berpentas dengan api.
"Pendirian Imam Hussain bertahun lalu memperkuat keyakinan saya pada kebaikan masyarakat," kata Najaf, peziarah di pusat teknologi India selatan, Bengaluru.
"Itu mengingatkan saya untuk memperjuangkan keyakinan saya, apapun yang terjadi. Ia kalah dalam pertempuran, tapi yang diperjuangkannya masih berlaku hingga hari ini," katanya.
Berita Terkait
-
Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif
-
Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran
-
Mossad Israel Pecat 2 Pejabat Senior Usai Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal
-
Media Timteng: Klaim Palsu Prabowo tentang Senjata Nuklir Iran Akan Merugikan Timur Tengah
-
Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!