Suara.com - Sejumlah maestro budayawan menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan. Penghargaan diberikan kepada 51 maestro seni tradisi sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada para maestro yang telah mendermakan waktu dan tenaganya untuk pelestarian dan pemajuan kebudayaan Indonesia.
"Malam anugerah kebudayaan ini sebagai peristiwa bersejarah untuk pelestarian dan pengembangan kebudayaan, kita telah membangun sebuah landasan pentingnya mengapresiasi setiap karya budaya yang memiliki dampak strategis terhadap penguatan karakter bangsa," kata Mendikbud Muhadjir Effendy melalui siaran pers di Jakarta, Kamis. Penyerahan Anugerah Kebudayaan telah dilaksanakan pada Rabu (26/9) di Plaza Insani Kemendikbud.
Terdapat sembilan kategori penerima anugerah kebudyaaan, yakni gelar dan tanda kehormatan dari Presiden RI kategori Bintang Budaya Parama Dharma, gelar dan tanda kehormatan dari Presiden RI Kategori Satyalancana Kebudayaan.
Anugerah kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru, Pelestarian, Anak Remaja, Maestro Seni Tradisi, KomunitasPemerintah Daerah, Perorangan Asing.
Pemberian penghargaan gelar dan tanda kehormatan dari Presiden RI kategori Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada RM. Soedarsono, dan RJ. Katamsi Martorahardjo (alm).
Selanjutnya, gelar dan tanda kehormatan dari Presiden RI kategori Satyalancana Kebudayaan diberikan kepada Hamzah Daeng Mangemba (alm), Ashadi Siregar, Yoseph Rawi, Tubagus Oemay Martakusumah (alm), Sahidah, Ebiet G. Ade, But Muchtar (alm), dan Ida Bagus Njana (alm).
Untuk anugerah kebudayaan dan maestro kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaru diberikan kepada Sidi Saleh, Glenn Fredly, Jecko Siompo, Jose Rizal Manua, Afrizal Malna, Agus Suwage, Tjokorda Gde Raka Sukawati (alm), Lily Yulianti Farid, Sri Aksana Syuman, dan Eko Supriyono. Pada kategori Pelestari diberikan kepada Temu Misti; Hermin Istiariningsih; RP. Leo Joosten Ginting, OFMCap; I Made Wena; KRAT Muhamad Karno Kusumodiningrat (Karno KD); Antonius Taula; Djatikusumah, Kartini Kisam; Akhmad Elvian, dan Hanna Keraf.
Selanjutnya, pada kategori Anak Remaja diberikan kepada Thifalia Raudina Mahardya, Alya Namira Nasution, Nadia Shafiana Rahma, Trio Wahyu aji, dan Darryl Simeon Sanggelorang.
Kategori Maestro Seni Tradisi diberikan kepada Abah Engkus, Charuddin Dahlan, Darul Hamim (Jarul), Supangkat, dan KPH Pujaningrat (RM Dinusatomo).Untuk kategori Komunitas diberikan kepada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), INACRAFT, Gerakan Rumah Asuh, Lembaga Pendidikan Seni Nusantara, dan Pesta Kesenian Bali.
Adapun untuk kategori Pemerintah Daerah diberikan kepada Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, dan Kota Tomohon Sulawesi Utara. Sedangkan untuk kategori Perorangan Asing diberikan kepada R. William Liddle, Valeri Martono, dan Leo Suryadinata.
Melalui pemberian anugerah kebudayaan ini, kata Mendikbud, diharapkan mampu memotivasi masyarakat Indonesia dari berbagai elemen, khususnya generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia. Selain itu, pemberian anugerah ini sebagai wujud implementasi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, bahwa Pemerintah terus mengembangkan kebudayaan Indonesia dengan cara melestarikan, melindungi, mengembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, tutur Muhadjir.
Mendikbud berharap para maestro dengan segala kecintaannya terus menggeluti karya-karya seni yang langka, unik, dan memiliki kekhasan sesuai dengan kondisi geografis dan adat istiadat setempat.
"Saya berharap proses pewarisan dapat berjalan secara sinergis dengan aspirasi yang berkembang dari generasi penerus untuk menjaga nilai-nilai tradisi. Hal ini penting dicatat agar kita benar-benar tetap menjadi Bangsa Indonesia yang berkarakter yang siap menghadapi budaya global," kata Mendikbud. (Antara)
Berita Terkait
-
Masjid Raya Baiturrahman Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional
-
Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity
-
Usai Renovasi, Benteng Kastela Ternate Siap Tarik Wisatawan
-
Nuits de la Lecture 2026 Resmi Digelar, Rayakan Literasi Lewat Tema Kota dan Desa
-
Sabida Thaiseth, Muslimah Pertama di Kabinet Thailand yang Mengusung Wajah Baru Kebudayaan
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil