Suara.com - Pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Panjaitan Mantrijeron. Yang mengejutkan, pencurian tersebut dilakukan oleh satu keluarga.
Kejadian tersebut terjadi pada 21 September lalu sekitar pukul 09.30 WIB, saat seorang korban bernama Maria hendak berbelanja di sebuah swalayan. Maria yang membawa sepeda motor langsung naik ke dua swalayan dan lupa membawa kunci serta sebuah ponsel yang ada di sepeda motornya.
Melihat kunci masih menempel di sepeda motor, tiga orang berinisial NN perempuan (37 tahun), SR laki-laki (35) dan ibunya TM (54) dengan sergap mengambil ponsel dan sepeda motor yang ditinggalkan Maria.
"Saat itu korban lupa membawa handphone dan kunci motornya, pelaku kemudian mengambil," kata Kapolsek Mantrijeron, Kompol Eko Basunando saat dihubungi via telepon, Selasa (2/10/2018).
Eko mengatakan, pelaku melakukan itu karena dalam posisi butuh uang untuk kehidupan sehari-hari. Sejauh ini dalam pemantauan Eko dan timnya tiga pelaku merupakan suami istri bersama dengan ibu kandungnya. Dilihat lebih jauh, ketiganya bukanlah residivis. SR merupakan suami dari NN, sedangkan TM merupakan ibu dari NN.
"Mereka satu keluarga, motifnya karena ekonomi dan bukan residivis," jelas Eko.
Ketiga pelaku berhasil di amankan pada 26 September 2018 pukul 19.00 di rumah pelaku yang berada di Panggungharjo, Sewon, Bantul. Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu unit ponsel jenis Samsung Note 9, satu sepeda motor Honda Beat dan satu buah tas.
Saat ini perempuan berinsial NN bersama ibunya TM diamankan di Polsek Mantijeron, Yogyakarta sedangkan sang suami berinisial SR diamankan di Polresta Yogyakarta.
Akibat tindakan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP pidana junto pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Baca Juga: Ratna Sarumpaet Ingin Foto Wajahnya Bonyok Dianggap Hoaks
Kontributor : Abdus Somad
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk
-
Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!
-
Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi