Suara.com - Pengacara Farhat Abbas melaporkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Bareskrim Mabes Polri. Farhat juga menuntut Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta maaf ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, karena diduga ikut menyebarkan informasi bohong ke publik.
Laporan dan tuntutan ini dibuat Fathar menyusul kasus berita palsu atau hoks terkait kasus pemukulan dan penganiayaan terhaap aktivis Ratna Sarumpaet. Tidak hanya kepada Jokowi, ia juga meminta Prabowo meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia aats pernyataan yang menurutnya terbukt tidak benar.
“Kami menuntut agar Pak Prabowo minta maaf kepada Bangsa Indonesia khususnya kepada Pak Jokowi dan para pendukungnya yang tersudutkan karena berita bohong dan hoaks ini,” kata Farhat saat kepada Suara.com melalui pesan singkat, Rabu (3/10/2018).
Dalam laporannya ke polisi, Farhat tidak hanya melaporkan Prabowo Subianto, tetapi juga 16 orang lainnya, termasuk Cawapres Sandiaga Uno. Ke-16 orang yang dilaporkan karena dinilai memberikan pernyataan yang tidak benar. Padahal, kata dia, kasus Ratna Sarumpaet tersebut sudah jelas janggal dan bohong.
"Yang kami laporkan berkaitan dengan konspirasi dan permufakatan jahat, fitnah. Makanya kami melaporkan 17 tokoh nasional termasuk calon presiden (Prabowo),” tegas dia.
Farhat menduga Prabowo dan pendukungya sudah menyampaikan informasi tidak benar soal insiden pengeroyokan Ratna Sarumpaet saat menggelar konfrensi pers di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/10/2018). Kekinian Ratna mengakui sudah mengarang cerita dan lebam yang dialami pada wajahnya karena operasi plastik.
Berikut daftar 17 nama yang dilaporkan Farhat Abbas:
Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli, Naniek S. Deang, Ferdinand Hutahean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Hanum Rais, Said Didu, Egi Sudjada, Captain Firdaus, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Yatti Febriningsih)
Baca Juga: Balita 2 Tahun Kehilangan Kedua Orang Tua saat Gempa Palu
Berita Terkait
-
Cara Ratna Sarumpaet Kibuli Mentah-mentah Prabowo dan Amien Rais
-
Tompi Siap Jadi Saksi Ahli Kasus Oplas Ratna Sarumpaet
-
Skandal Hoaks Ratna Sarumpaet, Prabowo Diminta Mundur dari Capres
-
Ibunda Atiqah Hasiholan Bohong, Hilda Vitria Dibilang Anak Haram
-
Erick Thohir Kurangi Kepemilikan Saham di Mahaka Media
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas
-
Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI
-
Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump
-
Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
-
Indonesia Menuju 300 Juta Penduduk, Siapkah Negara Menghadapinya?
-
Dasco Sebut Tak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite dan Pertamax: Stok BBM Kita Cukup
-
Terungkap! Motif Keji Pembunuhan Mayat dalam Freezer di Bekasi, Gara-gara Tolak Ajakan Merampok
-
BGN Tegaskan 93 Persen Anggaran MBG Langsung untuk Masyarakat, Bantah Isu Dana Rp335 Triliun