Suara.com - Politisi Partai Demokrat Andi Arief mencurigai ada motif tertentu di balik pemanggilan Amien Rais oleh Polda Metro Jaya. Andi merasa ada 'tangan' yang mengatur pihak kepolisian agar Amien Rais diperiksa terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.
Andi mengungkapkan ketidakpercayaannya kepada inisiatif kepolisian. Dirinya merasakan ada pihak yang memiliki kekuasaan besar memaksa agar Ketua Dewan Kehormatan PAN itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.
"Saya nggak percaya kalau pemanggilan Pak Amien Rais ini murni inisiatif polisi. Saya merasakan polisi ada paksaan. Siapa yang memaksa tentunya yang punya kewenangan besar mengatur polisi," kata Andi Arief saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/10/2018).
Namun Andi Arief pun merasa sulitnya membongkar siapa tokoh 'penggerak' pihak kepolisian sehingga menyeret nama Amien Rais.
"Susah kalau kita harus membuktikan bahwa kepolisian mendapat perintah dari otoritas yang lebih tinggi memeriksa Pak Amin Rais. Tapi perasaan rakyat nggak bisa dibohongi," ujarnya.
Hanya saja, dirinya sempat mencurigai pihak 'pengatur' tersebut masih ada hubungannya dengan penyeblosan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan kasus penistaan agama.
"Otoritas yang memberi perintah pada polisi untuk memeriksa Pak Amien Rais setidaknya bermotif kelanggengan kekuasaan dan dendam kasus Ahok," pungkasnya.
Untuk diketahui, Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan pihak kepolisian di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018). Amien Rais akan diperiksa sebagai saksi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet.
Amien memenuhi panggilan kepolisian usai dirinya mangkir pada panggilan pertama pada Jumat (5/10/2018). Alasan Amien Rais mangkir dari panggilan karena jadwalnya yang sangat padat dan kekeliruan penulisan nama dirinya dalam surat panggilan.
Baca Juga: Amien Rais Dipanggil Polisi Sebelum Ratna Sarumpaet Ditangkap
Berita Terkait
-
Amien Rais Dipanggil Polisi Sebelum Ratna Sarumpaet Ditangkap
-
Amien Rais Ungkap Kejanggalan Surat Pemeriksaan Polda Metro Jaya
-
Kejanggalan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Versi Amien Rais
-
Diperiksa, Massa 212: Polisi Tak Sopan dengan Amien Rais
-
Polda Metro Izinkan Anak dan Ketua PA 212 Dampingi Amien Rais
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet