Suara.com - Setelah dua pekan usai diguncang gempa dan terjangan tsunami, kini layanan publik di Kota Palu, Donggala dan sekitarnya di Sulawesi Tengah berangsur pulih. Namun demikian, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyadari, pelayanan publik itu belum lah maksimal.
"Karena juga banyak keluarga mereka yang jadi korban, ya kan. Juga mereka sendiri yang rumahnya roboh tidak hanya 1, 2, 3 orang," kata Jokowi usai menghadiri acara di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).
Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk melihat dampak dari bencana alam yang terjadi di Palu. Sehingga tidak cepat berkomentar dan menilai pelayanan dan penanganan yang dilakukan pemerintah lambat.
"Kondisi seperti itu harus kita ketahui, jangan mendesak-desak, ini mendesak, kondisi lapangan berbeda dengan yg seperti kita bayangkan," ujar dia.
Menurut Jokowi yang paling penting saat ini adalah pasokan BBM sudah mulai masuk ke sejumlah SPBU. Selain itu, penerangan juga sudah di atas 70 persen menyala di daerah Palu dan Dongggala.
"Saya kira kecepatan seperti itu harus kita apresiasi pada yang mengerjakan di lapangan, mengoperasikan lagi tiang (listrik) yang roboh, membetulkan kabel-kabel yang terputus, kerja berat tanpa peralatan yang memadai karena memang dikerjakan manual," Jokowi menjelaskan.
Kemudian, dari tujuh gardu listrik yang rusak sudah hampir semua sudah diperbaiki. Bencana alam di Sulteng, kata Jokowi, memerlukan waktu yang tidak singkat untuk membuat keadaan kembali normal.
"Jangan sampai banyak yang berkomentar tapi nggak ngerti di lapangan. Masih ada kekurangan iya, saya akui iya, karena keadaannya nggak pada posisi ideal dan normal untuk menyelesaikan masalah itu," imbuh Jokowi.
Baca Juga: Jangan Lupa, Amien Rais Masih Berkasus soal Ucapan Partai Setan
Berita Terkait
-
Soal Sumber Anggaran Hadiah Pelapor Korupsi, Jokowi: Tanya Menkeu
-
Usai dari LDII, Jokowi Nonton Angkat Besi Asian Para Games
-
Dugaan Tito Karnavian Terima Uang, Jokowi: Saya Tak Ikut Campur
-
Buka Rakernas LDII, Jokowi: Kita Harus Perkuat Karakter Bangsa
-
Tak Sertakan Nama Muhammad, Amien Rais Minta Jokowi Copot Kapolri
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan