Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik cara pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi menaikan harga BBM. Menurutnya, pemerintah kerap menaikan harga secara sepihak dan terkesan tidak serius, menyusul ditundanya kenaikan harga BBM jenis Premium.
Dibandingkan dengan pada masa orde baru, menurut Fahri, saat ini sangat berbeda. Di masa orde baru, pemerintah selalu mengumumkan kenaikan harga BBM menjelang pukul 12 malam. Sehingga keesokan harinya, masyarakat tahu adanya kenaikan melalui pemberitaan media massa.
Setelah ada pemberitaan media massa barulah pemerintah menjelaskan alasan menaikkan BBM.
"Di rezim orde baru itu mengambil hak rakyat yang bernama subisidi bahan bakar itu hati-hati sekali dan diselenggarakan dengan baik, supaya masyarakat tahu kenapa dilakukan ini," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Rabu (10/10/2018).
Fahri menilai tindakan pemerintah yang menyerahkan kewenangan terkait kontrol harga BBM kepada sektor privat tidak tepat sehingga terkesan ada tindakan semena-mena.
"Itu lah kenapa negara menjamin kepemilikan dan penguasaannya sesuai Pasal 33 itu kepada negara. Tidak diserahkan kepada privat. Kalau naiknya begini, itu sudah kaya BBM di tangan privat, seenaknya," ujarnya.
Fahri pun menilai langkah pemerintahan Jokowi saat ini sangat tertutup dari masyarakat. Terlepas dari janji-janji Jokowi yang menargetkan subsidi tetap sasaran.
"Lah sekarang ini apa terus? Tiap hari diam-diam maju mundur, ini kan ngaco. Saya kira pemerintah harus menjelaskan ulang apa yang anda lakukan," pungkasnya.
Untuk diketahui, pemerintah menaikkan harga BBM jenis premium menjadi Rp7.000 per liter. Kenaikan premium dimulai pada 10 Oktober 2018.
Baca Juga: Korban Bencana Sulteng Dilarang Isi BBM Pakai Jerigen
Harga premium Rp 7.000 perliter itu untuk Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Selain itu harga Rp6.900 per liter di luar Jamali.
Hal itu dikatakan Menteri ESDM Ignasius Jonan di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Sebelumnya, PT. Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini. Harga Pertamax di Jakarta dari Rp 9.500 naik menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter.
Namun, kemudian pemerintah Joko Widodo atau Jokowi membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis Premium. Harga premium yang dijual akan tetap sama seperti sebelumnya yakni Rp 6.550 per liter.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto membenarkan pembatalan kenaikan harga BBM Premium tersebut.
"Menurut berita seperti itu ditunda," kata Djoko saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/10/2018).
Berita Terkait
-
Solar Makin Mahal, Ini 8 Tips Hemat BBM Mobil Diesel agar Kantong Tetap Aman
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni
-
7 Mobil Pertama yang Irit BBM untuk Pasutri Baru: Harga Termurah dan Onderdil Mudah
-
Hitungan Gila BBM Fortuner 2026, Uang Bensin Setahun Kini Setara 18 Gram Emas Antam
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
"Celana Saya Juga Hancur", Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas