Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai konsultasi untuk mencari pelaksana tugas Bupati Bekasi pasca penangkapan Neneng Hasannah Yasin. Neneng Hasannah Yasin sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait OTT suap perizinan proyek Meikarta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengaku belum bisa menetapkan status pelaksana harian bupati Bekasi karena masih menunggu perkembangan. Menurut dia, apa yang menimpa Bupati Neneng dan sejumlah kepala dinas di Pemkab Bekasi diserahkan pada KPK karena sudah menjadi bagian dari proses hukum.
"Soal itu nanti kita akan dapat informasi yang sudah jelas, kalau sudah jelas sesuai Undang Undang Nomor 23 sudah ada mekanismenya. Saya sudah minta kepada Biro Pemerintahan untuk segera berkonsultasi menyikapi hal ini," katanya lagi.
Sedangkan terkait kasus tangkap tangan yang berkaitan dengan proyek Meikarta, dirinya memilih menunggu informasi lebih lengkap dan perkembangan yang akan disampaikan KPK. Sekda Jawa Barat itu menilai kesekian kalinya kepala daerah di Jawa Barat tertangkap tangan oleh KPK menjadi peringatan bagi seluruh ASN di Jawa Barat.
Pihaknya meminta ASN untuk tetap bekerja dengan baik dan sesuai ketentuan.
"Di antara kita harus saling mengingatkan. Bagaimana langkah ke depan supaya di Jabar cukup sampai di Kabupaten Bekasi dan tidak terulang di daerah lain," ujar Iwa pula. (Antara)
Berita Terkait
-
Intip Harta Neneng Hasanah Yasin yang Terima Suap Meikarta
-
Tina Toon Kaget Namanya Dijadikan Sandi Kasus Suap Bupati Bekasi
-
Nama Jadi Kode Suap Meikarta, Apakah Tina Toon Akan Proses Hukum?
-
Nama Jadi Kode Suap Meikarta, Tina Toon Yakin Tak Makin Populer
-
Kasus Suap Meikarta, Bagaimana Prospek Harga Saham Lippo Group?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris