Suara.com - Ngan Wing-chau, tukang daging di Hong Kong, tega membunuh serta memutilasi bibi mantan istrinya di apartemen Sham Shui Po.
Setelah dimutilasi, bagian-bagian tubuh sang bibi dijejalkan ke dalam koper dan sejumlah kantong plastik untuk dibuang.
Pembunuhan tersebut terjadi pada dua tahun silam. Namun, praktik keji tersebut baru terungkap dalam persidangan di pengadilan tinggi setempat, Kamis (18/10), demikian dilaporkan laman The Standard, Juma (19/10/2018).
Ngan, lelaki berusia 51 tahun, mengakui tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan serta tak melakukan penguburan mayat secara sah. penguburan mayat yang sah.
“tanggal 1 Mei 2016, Chan Sau-wa, penjaga keamanan berusia 62 tahun yang juga bibi mantan istri terdakwa, memasuki gedung apartemen terdakwa pada pukul 7.48 sore, dan sejak saat itu tak lagi terlihat,” kata jaksa Michael Artus dalam persidangan.
Melalui rekaman kamera CCTV diketahui, dua jam setelah Chan memasuki apartemen, Ngan meninggalkan gedung itu membawa tas kecil dan kantong plastik berwarna hitam.
Tak lama Ngan terekam kembali memasuki apartemen. Namun, ia lagi-lagi terekam CCTV meninggalkan gedung membawa koper.
“Dia terekam lima kali meninggalkan apartemen antara jam 9 malam sampai pukul 2 pagi hari keesokannya. Terakhir ia pergi, terekam Ngan membawa palu di tangan,” jelas jaksa.
Chan Ho-man, putra Chan Sau-wa, memberi kesaksian kali terakhir melihat ibunya pada tanggal 30 April 2016.
Baca Juga: Lawan Qatar, Indra Sjafri Yakin Para Suporter akan Merahkan SUGBK
Keesokan paginya, 1 Mei, ibunya memanggil Ho-man untuk mengatakan dia akan pulang pada jam makan malam, dan memintanya untuk menyiapkan makanan. Namun, sang ibu tak pernah kembali.
Anak itu menelepon polisi dua hari kemudian. Jaksa mengatakan, polisi pergi ke rumah Ngan pada 14 Mei untuk menyelidiki, dan menemukan terdakwa mencoba melarikan diri melalui jendela.
Ngan mengklaim dia mencoba melarikan diri karena dia adalah imigran gelap.
”Tetapi kami ingin meyakinkan para juri persidangan ini, terdakwa mencoba melarikan diri karena telah membunuh Chan,” tegas Artus.
Polisi kemudian menemukan noda darah milik perempuan di kamar mandi, ruang tamu dan kamar tidur di apartemen, di mana ada juga noda darah dari Ngan.
Jaksa menuduh bahwa Ngan membunuh Chan dan memotongnya, lalu membuang bagian tubuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia