Suara.com - Sugiyanto, 46, warga Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang sehari-harinya dianggap paranormal tewas di ujung celurit. Tak sampai 24 jam, aparat Polres Pati mengungkap kasus pembunuhan berlatar belakang asmara itu.
Peristiwa itu berawal ketika Sugiyanto yang belakangan diketahui sebagai paranormal kondang di daerahnya itu didatangi klien yang diantar putrinya, Indah Lestari sekitar enam bulan lalu. Setelah pertemuan tersebut, Sugiyanto disebut kerap menggoda Indah. Padahal, meski masih berusia 27 tahun, Indah sudah bersuami.
Mengetahui istrinya kerap digoda pria lain, suaminya Dwi Sulistyo (27), warga Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Jateng tak terima. Puncaknya terjadi Kamis (18/10/2018), tatkala Sugiyanto untuk kali kesekian mencoba menelepon Indah.
Saat menelepon, Sugiyanto sempat mengancam Indah akan menghabisi seluruh isi rumahnya jika menolak keinginannya. Kamis tengah malam itu, panggilan menelepon berulang kali Sugiyanto akhirnya dijawab Indah dengan menghidupkan pengeras suara untuk didengar bersama suaminya.
Dwi Sulistyo lalu mempersilakan Sugiyanto untuk datang ke rumahnya jika memang nekad dengan kehendaknya.
"Korban juga sempat menantang tersangka," ungkap Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti yang didampingi Kasatreskrim AKP Yusi Andi di Pati, Jawa Tengah, Senin (22/10/2018).
Perbincangan panas antara Dwi dan Sugiyanto itu berakhir dengan kesepakatan keduanya untuk bertemu di depan SMP Negeri 1 Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Jateng.
"Korban justru balik menantang, jika tersangka memang laki-laki diajak untuk datang menemui korban di depan SMPN 1 Gabus yang menjadi tempat kejadian perkara [TKP]," ujar Kapolres Uri Nartanti seperti dilansir Antara.
Dwi yang saat itu membawa sepeda motor bersama salah seorang temannya akhirnya menuju ke SMPN 1 Gabus untuk menemui Sugiyanto. Dwi yang menyimpan amarah kepada Sugiyanto, tanpa pikir panjang langsung menyerang dengan senjata tajam berupa celurit yang dipersiapkannya dari rumah saat keduanya bertemu di lokasi yang mereka sepakati.
Baca Juga: Insiden Bendera Tauhid, GP Ansor akan Beri Pernyataan Resmi
Sugiyanto sempat melawan dan menghindar. Namun, karena lehernya terluka akibat sabetan senjata tajam, lelaki yang berusia hampir separuh abad itu akhirnya terjatuh. Dwi Sulistyo lalu menyerang dengan membabi buta hingga sang paranormal nahas itu meninggal dunia.
Usai melampiaskan amarahnya dan melihat korban tidak berdaya, Dwi Sulistyo yang saat itu datang bersama seorang rekannya itu kemudian melarikan diri. Ia bersembunyi di tempat saudaranya di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng.
Berbekal rekaman percakapan di telepon, polisi lalu menelusuri pelaku pembunuhan sadis tersebut. Pada hari Jumat (19/10/2018) pukul 08.00 WIB, Dwi Sulistyo akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya. Sedangkan seorang rekannya yang diajak hingga saat ini masih dalam pencarian.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor milik korban dan senjata tajam jenis sabit yang digunakan tersangka. Kemudian dompet berisi sejumlah uang, ada juga helm. Diamankan pula sebuah bambu runcing milik korban.
Atas perbuatannya itu, pelaku pembunuhan itu dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsidair Pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Saya menyesal telah menghabisi nyawanya," kata Dwi Sulityo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!