Suara.com - Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan PDI Perjuangan menguasai suara di lima provinsi terbesar di Indonesia yaitu Jawa Tengah, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Ke-sepuluh provinsi terbesar di Indonesia yaitu, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Di Jawa Tengah, PDIP semakin menegaskan diri bahwa daerah itu adalah kandang banteng karena partai itu menempati posisi pertama dengan elektabilitas 46 persen.
"PDIP unggul di 5 provinsi, 5 Provinsi lainnya diungguli oleh 3 partai berbeda yaitu Gerindra, Golkar dan PKB," kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/11/2018).
Hasil itu menurut dia, hampir separuh dari pemilih Jawa Tengah memilih PDIP jika pileg dilaksanakan saat survei dikerjakan.
"Dukungan partai-partai lainnya seperti Gerindra yang menempati posisi kedua hanya memperoleh dukungan 6,2 persen, PKB dengan 4,8 persen, Partai Golkar 4,2 persen dan PPP dengan dukungan 3,5 persen," ujarnya.
Dia mengatakan di Sumatera Utara, hasil survei menunjukan PDIP berhasil menggeser Partai Golkar yang pada pemilu sebelumnya merupakan partai dengan perolehan suara terbanyak.
Menurut dia, survei di Oktober 2018 menunjukan bahwa dukungan PDIP di Sumatera Utara mencapai 28 persen, sedangkan Partai Golkar hanya memperoleh dukungan sebesar 6,7 persen dan berada di posisi ketiga.
"Posisi kedua dukungan partai saat ini diraih oleh partai Gerindra yang memperoleh dukungan 16,5 persen, Partai Demokrat dengan dukungan 4,8 persen, dan PKS dengan dukungan 3,5 persen," tuturnya.
Dia mengatakan di Provinsi DKI Jakarta, dukungan PDIP mencapai 23,1 persen, Partai Gerindra 17,1 persen, PKS dengan dukungan 6,2 persen, Partai Golkar menempati posisi keempat dengan dukungan 4,3 persen. Partai Demokrat dan PPP sama-sama berada pada posisi kelima dengan jumlah dukungan yang sama 3 persen.
Baca Juga: Politisi PDIP: Tuti Tursilawati Divonis Mati di Era SBY
Di Provinsi Lampung menurut Adjie, PDIP masih sangat tangguh untuk dilawan partai-partai lain dengan dukungan terbanyak yaitu elektabilitas sebesar 34 persen lalu Partai Gerindra dengan dukungan sebesar 11,7 persen, Partai Golkar dengan 8,8 persen, PKB dengan 7,2 persen dan posisi kelima adalah partai Demokrat dengan dukungan sebesar 4,2 persen.
"Di Sumatera Selatan, Survei LSI Denny JA menunjukan bahwa dukungan terhadap PDIP sebesar 26,5 persen, Gerindra sebesar 25,9 persen, Golkar dengan elektabilitas sebesar 8,2 persen, Demokrat dengan elektabilitas sebesar 5,2 persen, dan PAN dengan dukungan sebesar 2,7 persen," ucapnya.
Dia mengatakan elektabilitas Gerindra di Provinsi Jawa Barat mencapai 20,2 persen, PDIP dengan dukungan 17,8 persen, Partai Golkar dengan 11,3 persen, PKS di posisi keempat dengan dukungan 6 persen, PPP dengan dukungan 4,7 persen.
Di Provinsi Banten menurut dia, Partai Gerindra tampil sebagai juara dengan elektabilitas mencapai 26,3 persen, PDIP sebesar 19,3 persen, Golkar dengan dukungan 7 persen, Partai Demokrat dengan dukungan 4,8 persen dan posisi kelima adalah PPP dengan dukungan sebesar 3,5 persen.
Adjie mengatakan di Provinsi Sulawesi Selatan, Partai Golkar masih menjadi juara dengan dukungan sebesar 23,5 persen, Partai Gerindra. mencapai 16,3 persen, PDIP dengan dukungan sebesar 7,3 persen, Nasdem 6,5 persen dan Demokrat dengan dukungan sebesar 4,5 persen.
"Di Provinsi Riau, elektabilitas Partai Gerindra mencapai 22,2 persen, Golkar hanya sebesar 7,2 persen, PDIP sebesar 9,3 persen," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!