Suara.com - Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigadir Jenderal Arthur Tampi mengatakan bagian tubuh bayi yang menjadi turut korban inisiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, belum bisa teridentifikasi.
Menurutnya, alasan potongan bayi tersebut belum bisa diidentifikasi, karena tim dokter RS Polri belum mendapat kecocokan DNA yang telah diambil dari para keluarga korban.
"Di kami (RS Polri) ada body part bayi, memang kita perkirakan dua bayi, tapi DNA nya belum ada yang cocok. Nanti kami sampaikan Kami nggak mungkin mau salah berikan ke orang lain," kata Arthur saat sesi tanya jawab dengan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018)
Arthur pun menyebut proses pemeriksaan DNA memakan waktu sekitar delapan hari. Namun kata Arthur, jika selama hasil DNA tak menemukan kecocokan dengan potongan tubuh korban, pihaknya akan melakukan proses pemeriksaan ulang dengan pencocokan barang bukti lain.
"Kenapa baru 14 (Teridentifikasi)? Karena proses pemeriksaan DNA empat sampai delapan hari, kalau delapan hari enggak keluar DNA, kita ulang dari awal ambil lagi barang buktinya, sampai semua teridentifikasi. Jadi kenap lama, ini ada 11 tahapa yang harus kita lalui," kata dia.
Lebih lanjut, Arthur menambahkan, tidak ada upaya untuk menguburkan secara massal para korban, jika seluru potongan tubuh sudah teridentifikasi.
"Kami tekankan tidak akan ada yang dikubur massal semua akan teridentifikasi dengan DNA," tandasnya.
Dari 189 orang yang menjadi korban kecelakaan Lion Air JT 610, RS Polri baru bisa mengidentifikasi 14 jenazah. Setelah teridentifikasi, 14 jenazah tersebut sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Berita Terkait
-
Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoaks Jatuhnya Lion Air
-
Basarnas Janji Cari Jenazah Korban Lion Air JT 610 Sampai Ketemu
-
Terkini, Sisa 32 Kantong Jenazah Sedang Diidentifikasi RS Polri
-
Selasa Besok, Keluarga Korban Lion Air Jatuh Tabur Bunga di Laut
-
Puji Tuhan, Tubuh Korban Lion Air Jorry Saroinsong Utuh 90 Persen
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat
-
Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Mendagri Minta Bantuan 15 Ribu TNI-Polri Bersihkan Lumpur Sumatra
-
OTT Pegawai Pajak, DJP Siap Beri Sanksi jika Terbukti Korupsi
-
Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
-
Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!
-
Dosen Utama STIK: UU ITE Tak Melemah, Penyebar Hoaks Tetap Bisa Dipidana!
-
AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam
-
Dasco Persilakan Tito Lanjut Pimpin Pemulihan Aceh: DPR Fokus Anggaran dan Mengawasi