Suara.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur memastikan identifikasi tetap berlanjut jika Basarnas menghentikan proses evakuasi.
"Proses identifikasi masih berlanjut karena sampai hari ini pun kami masih memeriksa dan melalui sampel DNA postmortem yang akan dikirim lagi kepada Kepala Lab DNA untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Bidang DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer seperti dilansir Antara di Jakarta, Selasa (7/11/2018) malam.
Lisda mengatakan, tim DVI RS Polri Sukanto akan mengidentifikasi bagian tubuh penumpang Lion Air JT 610 teridentifikasi secara keseluruhan.
Namun perwira menengah kepolisian itu belum dapat memastikan waktu identifikasi penumpang Lion Air akan berakhir.
Lisda menjelaskan apabila tim evakuasi tidak dapat menemukan bagian tubuh korban maka keluarga korban akan mendapatkan kepastian hukum dari pengadilan untuk mengurus surat kematian.
Sejauh ini, tim DVI telah mengidentifikasi 44 jenazah terdiri dari 33 laki-laki dan 11 perempuan penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi.
Terakhir, tim forensik RS Polri Sukanto mengidentifikasi 17 jenazah terdiri dari 15 laki-laki dan dua orang perempuan.
Berita Terkait
-
Ada Kejanggalan Airspeed JT 610, Ini Kata Presdir Lion Air
-
Update Tragedi Lion Air JT610: Data 17 Korban Teridentifikasi
-
Ditemukan Keanehan pada Alat di Kokpit Lion Air JT 610
-
Basarnas akan Kaji Masa Perpanjangan Pencarian Korban Lion Air
-
Hoaks Lion Air dan Penculikan Belum Selesai, Polisi Lacak Pembuat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal