Ketika saya beda dengan anda dalam hal yang sebenarnya tidak ideologis, yakni kesediaan saya menjadi lawyer Capres dan Cawapres Jokowi – Maruf Amin, bisakah kita tetap baik antarsesama dan saling menghormati seperti Mohammad Natsir dengan DN Aidit?
Bisakah kita menghentikan segala macam hujatan, hanya karena kita beda dalam menetukan pilihan dan beda dalam strategi politik?
***
Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang, dituding terkait dengan Ketua CC PKI DN Aidit—sosok yang distigma sejak era Orde Baru—setelah menjadi pengacara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Jokowi – Maruf Amin.
Menjawab tudingan tersebut, Yusril dalam keterangan resminya yang diterima Suara.com, Minggu (11/11/2018), menegaskan tidak pernah bertemu, apalagi berteman akrab dengan DN Aidit meski sama-sama satu kampung halaman.
”Saya tidak pernah bertemu beliau (DN Aidit),” Yusril Ihza Mahendra.
Namun, Yusril mengakui, ayahnya yang bernama Idris bin Haji Zainal mengenal baik DN Aidit, karena seusia.
”Kalau DN Aidit pulang ke Belitung, kadang bertemu juga dengan ayah saya,” tukasnya.
Secara ideologi, kata Yusril, keluarganya dan keluarga DN Aidit sangat bermusuhan. Ia menuturkan, keluarganya kental berdarah politik Partai Masyumi—partai Islam terbesar pada era Orde Lama.
Baca Juga: Sang Kakak Ungkap Sebab Daud Yordan Gagal Kalahkan Anthony Crolla
Sementara sejumlah keluarga DN Aidit merupakan politikus PKI. Tapi, kata Yusril, ada pula keluarga DN Aidit yang justru kader-kader Masyumi.
Karenanya, setiap orang bisa bermusuhan karena persoalan ideologi dan politik, tapi tetap berhubungan baik secara pribadi.
Situasi seperti itulah, yang menurut Yusril sudah menghilang dalam adab politik nasional Indonesia pada zaman kiwari.
”Saat saya bersedia menjadi pengacara Jokowi – Maruf Amin, bisakah kita tetap baik antarsesama dan saling menghormati? Saya khusnuzzon saja dengan pertanyaan Anda, maka sebelum dijawab orang lain, lebih baik saya yang langsung menjawabnya,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus