Suara.com - Bukannya memberi contoh yang baik kepada anak didiknya, SK oknum Kepala Sekolah SDN Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi justru malah mengajak murid-muridnya menonton video porno.
Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (8/11/2018) pekan lalu sekitar pukul 07.00 WIB.
Waktu itu, banyak murid kelas IV, V dan VI belum masuk kelas dan belajar. Tiba-tiba SK yang tengah berada di kantornya keluar ruangan.
Selanjutnya, dia memanggil sejumlah murid laki-laki untuk berkumpul di depan kelas V.
Tak lama kemudian, SK langsung mengeluarkan ponsel miliknya. Satu orang murid kemudian berinisiatif mengambil satu kursi untuk kepala sekolahnya.
Berikutnya, SK tanpa basa-basi lagi membuka ponsel miliknya yang berisi video porno. Tanpa rasa berdosa sebagai pendidik, SK meminta murid-muridnya untuk menonton.
Sontak saja, pagi itu depan lokal kelas V menjadi riuh. Banyak murid lain yang ikut menonton video porno yang diputar kepala sekolahnya.
Usai menonton, kemudian kepsek meminta muridnya untuk berjoget dan mengakhiri tontonan singkat tersebut.
Kejadian tersebut diakui salah satu muridnya yang ikut menonton adegan dewasa di ponsel milik kepala sekolahnya.
“Pagi sebelum masuk kelas, Pak Kepsek mengajak kami berkumpul di depan kelas V. Setelah itu Kepsek meminta kami ambil kursi, dan kemudian memutar video porno lewat ponsel milik Pak Kepsek,” jelas AN (11) salah satu murid kelas V.
Setelah menonton, ujarnya, oknum Kepsek tersebut meminta anak-anak berjoget bersama dan akhirnya lonceng sekolah tanda masuk berbunyi, para murid langsung bubar.
“Setelah nonton video, kami diminta berjoget. Tapi saat lonceng tanda masuk berbunyi, kami langsung bubar,” tegas AN lagi.
Salah satu wali murid, Komarudin (41) mengaku tidak terima dengan cara kepala sekolah yang mengajak muridnya menonton video porno di sekolah.
“Tentu tidak terima. Anak saya sekolah untuk mencari ilmu bukan untuk diajak nonton video yang bisa merusak moral anak-anak,” geramnya.
Dengan kejadian itu, dirinya bersama dengan wali murid lainnya, meminta agar keberadaan kepsek yang telah merusak moral anak-anak tersebut dipindahkan, sehingga sekolah bisa kembali normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
Terkini
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Kemen PPPA Pastikan Hak dan Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi
-
Reklamasi Terintegrasi, Wujud Komitmen Praktik Pertambangan yang Bertanggung Jawab
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabenca
-
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
-
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir