Suara.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengakui geram dengan sikap Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi yang tak mau mengurusi masalah maraknya premanisme di wilayahnya. Saefullah menegaskan, aksi premanisme juga menjadi tanggung jawab kepala daerah.
Saefullah mengatakan, meskipun penindakan premanisme berada di bawah domain kepolisian, namun sebagai kepala daerah tidak diperbolehkan untuk 'buang badan' soal masalah itu. Pasalnya, keamanan dan kenyamanan warga menjadi taruhannya.
"Apapun yang ada di wilayah itu menjadi urusan pemerintahan. Tidak boleh dia bilang itu bukan urusan dia," kata Saefullah saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).
Saefullah menjelaskan, sebagai seorang pimpinan kewilayahan, maka wali kota harus ikut hadir dalam menangani permasalahan yang terjadi di wilayahnya. Dalam hal ini, wali kota memiliki tanggung jawab untuk pembinaan.
Wali kota diminta untuk menyusun strategi agar aksi premanisme tak lagi terjadi. Sehingga, pemerintah dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada warganya.
"Pemerintahan itu benang merahnya gubernur, wali kota, camat, lurah. Jadi nggak boleh pemerintah tidak hadir di situ. Harus hadir lah untuk melakukan pembinaan, penindakannya baru polisi," ujar Saefullah.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengakui masalah premanisme yang marak terjadi di wilayahnya bukan menjadi urusannya. Rustam melempar tanggung jawab itu kepada aparat kepolisian.
Rustam mengatakan, mengantisipasi aksi premanisme hingga penegakkan premanisme merupakan tugas kepolisian. Ia pun tak mau ikut campur dalam urusan itu.
"Aksi premanisme itu monitoring oleh polisi bukan urusannya wali kota. Itu kan urusan polisi," kata Rustam.
Baca Juga: Wali Kota Jakarta Utara Sanggah Ramalan Tahun 2025 Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang
-
Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran