Suara.com - Serangan hewan buas Gunung Lawu terhadap puluhan ekor kambing milik warga Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah rupanya belum sepenuhnya diyakini akibat ulah macan tutul.
Alasannya, macan tutul disebut memiliki perilaku yang khas saat mengambil mangsa.
Kasus terakhir pada Kamis (22/11/2018) malam pukul 23.30 WIB, 6 dari 7 ekor kambing milik warga Dusun Gondangtelan, RT 002/RW 006, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso bernama Sayem, diterkam macan. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, Suharman, masih ragu mengenai macam tutul yang berkeliaran di pemukiman warga.
“Kami masih ragu, apa iya itu benar macan tutul. Kalau macan tutul cara menikamnya diacak acak atau dibunuh kaya begitu seperti itu. Biasanya secara teori, dia [macan tutul] ambil satu [mangsa], kemudian dia bawa ke hutan, panjat pohon, terus dia makan,” ujarnya melalui pesan Whatapps saat dihubungi Solopos.com (jaringan Suara.com), Jumat, (23/11).
Suharman menyatakan akan mencari tahu lebih detail tentang serangan terhadap kambing-kambing di lereng Gunung Lawu tersebut. Salah satunya, BKSDA akan memasang kamera trap untuk diletakan di beberapa titik untuk mengetahui secara cepat.
“Kami dulu sudah pernah pasang kamera trap dipohon tetapi takut jika warga memangkas pohon yang kami beri kamera trap. Kami juga masih mengkaji jika dipasangi kamera trap bisa kemungkinan diambil oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, apalagi lokasinya dekat dengan pemukiman warga,” ujarnya.
Suharman juga sedang menyiapkan cara agar kamera yang akan dipasang di titik-titik tertentu itu tidak hilang.
“Sudah saya minta kepada staf saya agar bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat tentang pemasangan kamera trap agar kamera itu tidak hilang. Mengingat pentingnya kamera trap untuk mengetahui bila ada kejadian serupa nantinya dapat diketahui dengan cepat.
Dalam kasus terakhir di kandang kambing milik Sayem, di Dusun Gondangtelan, RT 002/RW 006, Desa Wonorejo, macan hanya menggigit leher dan tidak memakan daging kambing. Macan itu hanya meninggalkan kambing yang telah diterkam.
Artikel ini pertama kali terbit di laman Solopos.com dengan judul: "BKSDA Belum Yakin Kambing di Gunung Lawu Diterkam Macan Tutul"
Baca Juga: Dahnil Diperiksa soal Dana Kemah, Kapolda: Tak Ada Muatan Politis
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta