Suara.com - Tragis, hanya karena ingin mendaftarkan diri sebagai sopir ojek online, bocah berusia 17 tahun berinisial BHR warga Jalan Sidotopo Wetan Baru, Surabaya, Jawa Tengah, nekat melakukan aksi kejahatan berupa pencurian kendaraan bermontor.
Aksi yang dilakukan hari Rabu 28 November 2018 pukul 17.00 WIB itu mengakibatkan sang pemuda 17 tahun kini telah menginap di hotel prodeo Polsek Simokerto, Surabaya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, BHR yang lulusan sekolah dasar (SD) mengaku baru sekali melakukan aksi kriminal. Dia nekat membawa lari sepeda motor matik milik Faisal (20) warga Jalan Ngaglik Surabaya.
"Sepeda itu untuk kerja agar bisa bantu ibu, tapi tertangkap dan saya menyesal," kata BHR kepada petugas seperti dilaporkan Beritajatim.com, Jumat (30/11/2018).
Kapolsek Simokerto Surabaya Komisaris Masdawati Saragih mengungkapkan, pelaku mencuri motor di area pakrir. Aksinya terpergok korban yang langsung mengejar hingga BHR tertangkap.
Motor milik korban yang diparkir itu sudah dalam keadaan dikunci setir. Tersangka membuka penutup kunci kontak menggunakan kunci palsu kemudian merusak kunci kontak dengan kunci model T.
"Ketika berhasil dibuka, tersangka menaiki sepeda motor milik korban. Baru beberapa meter, korban mengetahui dan berteriak maling," sebut Masdawati.
Setelah melalui pengejaran, pelaku berhasil ditangkap oleh warga bersama dengan anggota Reskrim Polsek Simokerto, Polrestabes Surabaya yang saat itu sedang menempati kring serse di Jalan Ngaglik.
Selanjutnya tersangka juga barang bukti berupa 1 buah kunci palsu dan satu unit sepeda motor Honda Vario nopol L 3596 DT dibawa ke kantor guna penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Mudah Ditemui di Rumah Makan Padang, Ini Ciri Khas Randang Asli
"Mengingat pelakunya masih di bawah umur maka petugas akan berkoordinasi dengan Bapas atau Pemasyarakatan anak," pungkas Masdawati.
Berita ini kali pertama diterbitkan Beritajatim.com dengan judul ”Ingin Jadi Driver Ojek Online, Bocal Lulusan SD Curi Motor”
Berita Terkait
-
Cara 'Classy' Crazy Rich Surabayan Selesaikan Masalah Kecelakaan
-
Intip Rumah Jusup Maruta Crazy Rich Surabayan, Satpam: Kayak Istana
-
Romantis, Driver Ojol Ini Minta Temani Istrinya Bekerja
-
Tidurnya Terganggu, Wisnu Pukul dan Ceburkan Anak Tiri hingga Tewas
-
Tolak Ajakan Rujuk Eks Suami, Husnia Tewas dengan Mata Hancur Dilempar Bom
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker