Suara.com - Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Timur Ari Sonjaya menegaskan, penurunan jumlah pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) paska pemasangan plang tunggak pajak tidak akan berimbas kepada Pemkot Jakarta Timur. Pemkot Jakarta Timur tetap berkomitmen melakukan penagihan pajak senilai Rp 1,93 miliar kepada TMII
Ari mengatakan, penurunan jumlah pengunjung di TMII tidak mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta Timur. Pasalnya, Pemkot Jaktim sama sekali tidak mendapatkan hasil pendapatan penjualan tiket TMII.
"Kami nggak terima pendapatan dari TMII, nggak ada sedikitpun. Mungkin pendapatan itu ke antara Sekneg dengan yayasan ya," kata Ari kepada Suara.com, Jumat (30/11/2018).
Ari menjelaskan, Pemkot Jakarta Timur sama sekali tidak menerima hasil jualan karcis masuk di TMII. Hanya pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) TMII saja yang masuk ke dalam PAD Jakarta Timur.
Oleh karena itu, Pemkot Jakarta Timur tetap pada komitmennya untuk melakukan penagihan pajak kepada TMII dan enggan memberikan keringanan kepada mereka. Sebab, besaran PAD Jakarta Timur ada pada pembayaran pajak TMII.
"Dari sisi pajak memang PAD kita, tapi dari sisi penerimaan karcis masuk dan segala macam kita ngak pernah terlibat di dalamnya," tegas Ari.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar saat ditemui beberapa waktu laku mengatakan, pemasangan plang tunggak pajak di TMII menjadi shock therapy bagi TMII lantaran berimbas kepada penurunan jumlah pengunjung. Anwar meminta agar TMII mau konsisten membayarkan pajak setiap tahunnya.
"Nggak ngaruh (pengunjung turun), bayar makanya. Justru saya membuat efek jera bagi mereka. Saya buktikan yang di Jakarta Timur harus taat pajak, harus taat aturan," ungkap Anwar.
Sebelumnya, Manajer Informasi Badan Pengelola TMII Dwi Windyarto mengakui jumlah pengunjung TMII mengalami penurunan sejak penempelan stiker tunggak pajak di 3 wahana TMII. Pasalnya, banyak pengunjung yang mengira TMII ditutup paska penempelan stiker.
Baca Juga: TMII Buat Surat Pernyataan Bakal Cicil Bayar Tunggakan Pajak
"Ada pengaruhnya dari pemasangan itu, penurunan pengunjung signifikan tidak, tapi dari daerah banyak yang menanyakan dikira TMII tutup," kata Dwi beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menunggak pajak hingga Rp 1,93 miliar. Pada 24 Oktober lalu Pemkot Jakarta Timur menempelkan stiker penunggakan pajak di 3 wahana TMII. Ketiga wahana itu adalah Snowbay dengan total tunggakan pajak senilai Rp871 juta, Kereta Skylift senilai Rp 168 juta dan Desa Wisata senilai Rp 74 juta.
Selain ketiga wahana yang ditempel stiker, ada 3 wahana lainnya yang juga menunggak pajak namun tidak ditempel stiker lantaran masuk dalam lahan konservasi. Ketiga wahan itu yakni Teater Imax Keong Emas dengan total tunggakan pajak senilai Rp 386 juta, Taman Akuarium Air Tawar senilai Rp 360 juta, dan Sasono Langgeng Budoyo senilai Rp 79 juta.
Berita Terkait
-
TMII Buat Surat Pernyataan Bakal Cicil Bayar Tunggakan Pajak
-
Nunggak Pajak Rp 1,9 Miliar, Pemkot Jaktim Tak akan Berikan Keringanan TMII
-
Pajak TMII Tak Kunjung Dibayar, Wali Kota Jaktim akan Lapor KPK
-
Nunggak Pajak Rp 1,9 Miliar, TMII : Hal Sepele yang Dibesarkan
-
Sejak Era Soeharto Tahun 1975 Taman Mini Tak Pernah Bayar Pajak
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi