Suara.com - Satu buah mortir berkarat ditemukan di pengepul barang rongsokan milik Nur Holis di Jalan Raya Curug RT 04/09 Kelurahan Curug Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Mortir yang ditemukan itu berukuran panjang sekitar 30 centimeter (cm) dengan diameter 7 cm dalam karung bersama barang rongsokan lainya.
Kasubag Humas Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus mengatakan, salah satu karyawan telah menemukan sebuah benda yang diduga mortir. Kemudian, mortir tersebut ditempatkan dalam ember yang berisi air oleh pemilik tempat rongsokan.
Pada Sabtu (1/12/2018) pemilik melaporkan ke pihak Polsek Sawangan dan diteruskan ke Polresta Depok.
Karena ditemukan bahan peledak, Polresta Depok berkoordinasi dengan Gegana Polda Metro Jaya untuk mengevakuasi mortir tersebut.
"Petugas telah mendatangi TKP dan memasang Police Line dan mengevakuasi mortir oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya,"kata Firdaus.
Dijelaskan Firdaus sesuai laporan di TKP bahwa bahan peledak tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang merupakan pekerja di tempat pengepul rongsokan berinisial MS ke Mapolsekta Sawangan.
Dari penuturan MS diketahui sekitar dua Minggu lalu pemilik tempat rongsokan menerima sebuah barang, yang tersimpan dalam karung dari seseorang tak dikenal.
Selanjutnya, pada hari Kamis tanggal 29 November 2018 sekitar pukul 13.00 WIB para karyawan yang bekerja kaget melihat benda mirip mortir didalam karung itu.
Baca Juga: Mortir 10 Kg Bekas Perang Ditemukan di Bengawan Solo
"lalu barang tersebut di masukkan, ke dalam ember yang berisi air," bebernya.
Firdaus menjelaskan, karena takut terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, karyawan pengepul barang rongsokan itu melapor kepada petugas kepolisian hari ini. (Supriyadi)
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?