Suara.com - Pilot Pesawat Pelita Air Seri C-GNWU, Matthew Michael Garnet (53), dijerat dengan Pasal 359 KUHP, karena kelalaiannya oleh Polda Papua. Warga negara Amerika Serikat itu merupakan pilot pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi A. M. Kamal mengatakan selain dijerat Pasal 359 KUHP, Matthew Michae juga dilarang keluar dari Kabupaten Mimika selama proses pemeriksaan.
“Untuk sementara pilot berwarga negara Amerika Serikat ini masih menjalani pemeriksaan dan dilarang untuk meninggalkan Kabupaten Mimika, Papua selama dalam pemeriksaan,” kata Kamal dalam siaran persnya, Minggu (2/12/2018).
Matthew sebagai pilot dianggap lalai karena menyebabkan seorang anggota polisi Brigpol Jackson Ferdinandus mengalami luka sobek di kepala, karena terkena sayap kanan pesawat yang dibawahnya, di Bandara Aminggaru Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (1/12/2018) kemarin.
Kamal menerangkan, kejadian ini berawal saat korban Brigpol Jackson Ferdinandus dan pelapor Aipda Irwan selesai melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat ke truk pengangkut BBM di Bandara Aminggaru Omukia, Kabupaten Puncak.
Saat itu pesawat yang dipiloti pelaku Matthew Micahel Garnet telah take off meninggalkan landasan bandara. Tetapi pesawat itu tiba-tiba mengarah kembali ke arah landasan dan melakukan manuver dengan cara terbang rendah kira-kira dua meter dari landasan bandara.
Ketika pilot pesawat Matthew Michael mencoba untuk menaikkan pesawat sambil berbelok ke kanan, tapi sayap sebelah kanan pesawat mengenai atau menyambar kepala korban Brigpol Jackson Ferdinandus yang mengakibatkan kepala bagian atasnya luka sobek,” jelas Kamal.
Selanjutnya, kata Kamal, korban Brigpol Jackson Ferdinandus di bawa ke Puskesmas Ilaga untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Tapi karena lukanya cukup serius, korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas di Kabupaten Mimika, guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” jelas Kamal.
Baca Juga: Begini Cara Kocak Payless Ngerjain Konsumen Orang Kaya
Sebelumnya Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Polisi Tony Harsono didampingi Wadir Reskrimum dan PLT Kapolres Mimika bersama Supervisor Pelita Air menjenguk korban RSMM Caritas di Timika, Kabupaten Mimika,kemarin.
“Dalam kunjungan itu, pihak Pelita Air telah sampaikan permohonan maaf kepala keluarga korban dan berjanji akan menanggung semua biaya perobatan. Pihak Pelita Air juga akan memberikan keterangan resmi pada Senin, 3 Desember 2018 besok,” jelas Kamal.
Kamal juga mengatakan, pada 30 November 2018 pihak Airnav dan Perhubungan Udara Bandara Aminggaru telah memberitahukan kepada semua pihak maskapai bahwa untuk membuka operasional penerbangan di Bandara Aminggaru pada pukul 07.00 WIT.
“Tapi Pesawat Pelita Air telah landing di Bandara Aminggaru pukul 06.15 WIT dan take off dari Bandara Aminggaru pukul 06.41 WIT dan tanpa sepengetahuan dari pihak Airnav maupun Perhubungan Udara Bandara Aminggaru Kabupaten Puncak,” jelas Kamal.
Artikel ini sebelumnya terbit di laman Kabarpapua.co - jaringan Suara.com dengan judul : Pilot Amerika Serikat Dijerat Pasal 359 KUHP
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Minta Dibebaskan, Laras Faizati: Masyarakat Resah Karena Polisi Bunuh Warga, Bukan Karena Saya
-
Detik-detik Hakim Minta Anggota TNI Pengawal Nadiem untuk Mundur saat Sidang Korupsi Chromebook
-
Anwar Usman Sering Mangkir Sidang, Anggota DPR: Harusnya Jadi Teladan, Bukan Langgar Disiplin
-
Pledoi Laras Faizati Getarkan Ruang Sidang, Disambut Isak Tangis dan Tepuk Tangan
-
Operasi Kilat Militer Amerika Serikat, Ini 5 Fakta Penangkapan Presiden Venezuela
-
Nadiem Makarim Langsung Eksepsi Usai Didakwa Rugikan Negara Rp 2,1 Triliun di Kasus Chromebook
-
Nadiem Makarim Usai Pemaparan Keterbatasan Chromebook: You Must Trust The Giant
-
Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator
-
Surat Google Dicuekin Muhadjir Tapi Dibalas Nadiem, Kini Berujung Sidang Korupsi Chromebook
-
Penghinaan Pemerintah dan Presiden Masuk Delik Aduan, Tutup Celah Simpatisan Bikin Laporan