Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Agung, Mahfud MD menanggapi isi ceramah Habib Bahar bin Smith yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Habib Bahar saat ini telah dilaporkan ke polisi karena ceramahnya diduga mengandung penghinaan.
Menurut Mahfud MD, ceramah yang disampaikan oleh Habib Bahar bukanlah sebuah dakwah. Sebab, dakwah bertujuan untuk menyejukkan tidak dengan memaki-maki kelompok maupun individu.
“Apa dakwah caranya begitu? kan dakwah harusnya menyejukkan nggak memaki-maki orang," ujar Mahfud MD saat bertemu dengan Kyai Haji Zubair Maimun, di hotel Royal Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, Minggu (2/12/2018).
Mahfud melihat penyataan Habib Bahar dengan memaki orang adalah sebuah tindakan yang tidak baik. Baginya agama apapun tidak ada yang mengajarkan untuk menghina martabat seseorang.
“Saya sih melihat dari segi etika sebagai warga negara, memaki orang itu tidak baik, agama appaun tidak mengajarkan cara begitu,," kata Mahfud.
Dalam konteks hukum, menurut Mahfud, penyataan yang dilontarkan oleh Habib Bahar bisa masuk kategori penghinaan terhadap pejabat publik yang diatur pada pasal-pasal yang ada di dalam Kitab Undang-Undang hukum Pidana (KUHP).
“Tapi hukum ada kalau penghinaan terhadap pejabat publik ada pasalnya di dalam KUHP, biarlah kita gak usah memperkeruh suasana itu,” terangnya.
Ia meminta kepada politisi maupun tokoh publik figur ketika melakukan manuver politik haruslah secara sehat dengan cara beradu argumen serta mengadu program, bukan sebaliknya dengan menghina serta menjelekkan seseorang di hadapan publik yang itu menggunakan medium agama atau ceramah.
“Kita imbauan saja bagaimana sih kalau berpolitik itu adu argumen lah, bukan saling menghina dan mencerca itu sekarang sudah ada yang menangani jangan terpencing," imbuh Mahfud.
Baca Juga: Berkat Rekaman CCTV, Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Perempuan Boyolali
Sementara KH Zubair Maimun mengatakan, seorang penceramah haruslah dapat membimbing dan menasehati umatnya seperti yang sudah diatur dalam kitab suci dan hadist nabi.
“Ya (Ceramahnya harus-red) mau’idhoh hasanah,’’ ujar Kyai Maimun.
Kontributor : Abdus Somad
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!