Suara.com - Seorang driver ojek online bernama Umar Fanani saat sedang mencari calon penumpang malah ketiban apes. Sebab, Umar malah menjadi korban aksi penipuan pelaku bernama Mochamad Saleh (39) yang berpura-pura ingin mengorder ojol.
Aksi penipuan itu terjadi di Jalan Jagir, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (6/12/2018) ketika korban sedang memegang telepon seluler di pinggir jalan sembari mencari penumpang.
"Peristiwa itu terjadi sewaktu korban sedang menunggu penumpang di Jalan Jagir Surabaya,"kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widyoko seperti dikutip Beritajatim.com, kemarin.
Agung menceritakan, Saleh saat itu langsung menyambangi Umar dengan modus bertanya laiknya seorang calon penumpang. Namun, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, tersangka ini mau pinjam ponsel korban dengan alasan menghubungi temannya.
Namun dari modus itu, Saleh pun langsung melarikan diri setelah berhasil mengambil ponsel merek Lenovo milik korban. Meski begitu, Umar memilih melaporkan kejadian itu ketimbang mengejar pelaku. Setelah mendapatkan laporan Umar soal aksi kejahatan tersebut, polisi lalu melacak keberadaan pelaku melalui sinyal dari ponsel korban.
"Begitu bisa mendeteksi, ternyata HP sudah dijual ke orang lain," lanjutnya.
Polisi lalu mengamankan warga yang menjadi pembeli handphone hasil curian itu. Dari keterangan itu, akhirnya polisi berhasil membekuk Saleh. Piolisi berhasil menangkap Saleh ketika nyantai di warung kopi yang ada di Jalan Jambu Tambaksari, Surabaya.
"Habis bawa HP itu, besoknya saya jual dan hasil penjualan dibuat kebutuhan sehari, bayar hutang dan sisa Rp 100 ribu," terang Saleh.
Dari penangkapan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti terdiri dari 1 buah kartu M3, 1 buah kartu telkomsel, 1 memori card dan uang Rp100 ribu dari sisa penjualan ponsel korban. (Beritajatim.com)
Baca Juga: Demo di DPRD NTT, PSK Minta Penutupan Lokalisasi Karang Dempel Ditunda
Berita Terkait
-
Mau Kelabui Polisi Saat Dibekuk, Ria Selipkan Sabu di Paha
-
Massa Rompi Kuning Kembali Bentrok dengan Polisi Prancis
-
Total Capai 2158 buah, Ini Kronologi Tercecernya e-KTP di Karung Beras
-
Dijadikan Mainan, Polisi Periksa Anak-anak Terkait e-KTP Tercecer di Jalan
-
Gandeng Dukcapil, Polisi Usut Distribusi Kasus e-KTP Tercecer di Jalanan
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Richard Lee Tak Ditahan Meski Tersangka, Polda Metro: Berkas Segera Dilimpahkan ke JPU
-
Heboh Ada WNI Jadi Tentara Israel, PDIP: Kalau Motif Ekonomi, Perlu Tambahan Lapangan Kerja
-
Guru Honorer Gugat MK, DPR: Sampai Hari Ini Belum Terbukti MBG Pakai Anggaran Pendidikan
-
Berulang Tahun, Data Tunggal DTSEN Genap 1 Tahun
-
Siswa SMP yang Diduga Lempar Bom Molotov di Kubu Raya Tetap Difasilitasi Ikuti Ujian Akhir
-
Di Balik Ramainya Istiqlal: Kisah Petugas yang Berpuasa Sambil Bertugas 12 Jam
-
Berkah Ramadan di Masjid Agung Sunda Kelapa: Cerita Pedagang Gorengan Mengais Rezeki Demi Mudik
-
Buka-bukaan Soal Revisi UU KPK 2019, Legislator DPR Ini Bongkar Nama-nama Inisiator di Senayan
-
Rekam Jejak Homi Heluka, Komandan KKB Yahukimo Terlibat 9 Aksi Keji Ditangkap Satgas Damai Cartenz
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku