Suara.com - Pemerintah terus meningkatkan investasi mineral dan batubara (minerba). Beberapa cara dilakukan seperti meningkatkan kepastian para investor dan melakukan tata kelola regulasi melalui penyederhanaan perizinan. Tak kalah penting juga adalah pengembangan sistem online untuk mendukung investasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono dalam gelaran ESDM Goes to Campus ke-3 yang diadakan di Universitas Diponegoro, Semarang (11/12/2018).
"Dulu banyak sekali langkahnya, sekarang kita sederhanakan aturan. Ini penting sekali karena semakin mudah, singkat, perusahaan juga nyaman. Oleh karena itu kita tidak bisa menjamin kepastian usaha, ya (investor) tidak akan datang ", ungkap Bambang.
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, berbagai sistem online juga dikembangkan di subsektor ini, salah satunya Minerba Satu Peta Indonesia (MOMI), sebuah Sistem Informasi Geografis Wilayah Pertambangan berbasis web sebagai bagian dari semangat transparansi, akuntabilitas dan kolaboratif. MOMI dapat diakses melalui https://momi.minerba.esdm.go.id/gisportal/home/.
Selain MOMI, aplikasi lain yang telah dikembangkan adalah Minerba One Data Indonesia (MODI). Aplikasi ini berisikan data penerimaan negara, investasi, produksi dan penjualan minerba, perizinan, pengembangan masyarakat, jasa tenaga kerja, kecelakaan tambang dan data lain yang terkait dengan kebutuhan investasi minerba di Indonesia. Untuk MODI dapat diakses melalui portal https://modi.minerba.esdm.go.id/
"Minerba ini punya MOMI dan MODI. Ini termasuk di dashboard, semua akses. Ini ada informasi mengenai produksi, status perusahaan, semua boleh diakses ", tambahnya.
Aplikasi lainnya adalah Sistem Monitoring Online Minerba (MOMS) dan Elektronik Penerimaan Negara Bukan Pajak (E-PNBP). MOMS adalah aplikasi manajemen data real time dan akurat untuk produksi dan penjualan sektor mineral batubara.
MOMS juga memfasilitasi pengendalian dan pengawasan produksi dan penjualan mineral dan batubara nasional yang telah disetujui. Aplikasi ini dapat diakses baik internal maupun eksternal pemimpin tingkat tinggi.
Sementara itu, e-PNBP Minerba adalah aplikasi online yang berbasis web untuk penghitungan dan pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) minerba. Adanya layanan ini, maka jumlah PNBP yang lebih akurat. Layanan ini terintegrasi Layanan Simponi pada Kementerian Keuangan, di mana pembayaran PNBP dapat mengakses aplikasi ini.
Baca Juga: ESDM Raih Penghargaan Bhumandala Rajata dan Geoportal Terbaik 2018
"Kita juga punya sistem monitoring online minerba. Kita tidak bisa datang ke lapangan. Kita hanya butuh alat / sistem yang ada di produksi mereka. Itu realtime, zonasinya dimanapun, kita bisa tahu kapan itu produksi. E PNBP MENCIPTAKAN NERACA, MENCIPTAKAN NEGARA UNTUK MENCIPTAKAN lagi. Ini dalam rangka mengantisipasi tunggakan-tunggakan perusahaan ", pungkas Bambang.
Kedua aplikasi ini (MOMS dan E-PNBP) telah diluncurkan oleh Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar bulan November lalu. Seluruh pengembangan sistem online ini dilakukan untuk memberikan kemudahan para pengusaha / pemangku kepentingan melakukan usaha di subsektor minerba dan untuk memfasilitasi pemerintah dalam pemulihan secara keseluruhan.
Tag
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter