- Menteri Sosial Gus Ipul menjamin iuran peserta PBI JK nonaktif yang sakit kronis selama tiga bulan ke depan.
- Gus Ipul melarang keras fasilitas kesehatan menolak pasien berdasarkan regulasi hukum yang berlaku saat itu.
- Pemerintah dan DPR sepakat pembiayaan ini sebagai masa transisi sinkronisasi dan pemutakhiran data peserta.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjamin iuran peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) berstatus nonaktif, khususnya bagi mereka yang mengidap penyakit kronis.
Jaminan pembiayaan ini akan diberikan selama tiga bulan ke depan. Seiring dengan kebijakan tersebut, Gus Ipul memberikan peringatan keras kepada seluruh fasilitas kesehatan agar tidak menolak pasien yang membutuhkan pertolongan.
Ia mengingatkan bahwa terdapat regulasi hukum yang jelas mengenai larangan penolakan pasien oleh rumah sakit.
"3 bulan ke depan ini akan dijamin. Jadi untuk itu jangan ada rumah sakit yang menolak. Menurut saya, Menkes juga sudah jelas itu UU-nya ada, peraturannya ada, tidak boleh rumah sakit menolak pasien. Siapapun pasien itu! Siapapun pasien itu tidak boleh menolak pasien," kata Gus Ipul usai Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/2/2026).
Ia memastikan bahwa urusan pembiayaan telah menjadi kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif.
"Soal pembiayaan, pemerintah dan DPR sepakat untuk akan memberikan dukungan. Dan itu nanti kita bisa lakukan hitung-hitungan bersama BPJS," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bahwa DPR dan pemerintah telah mencapai titik temu terkait pembiayaan peserta PBI JK yang dinonaktifkan di tengah proses pembenahan data.
"Ya, jadi kalau tadi DPR dan Pemerintah sepakat bahwa selama tiga bulan, seluruh layanan kesehatan termasuk yang PBI, itu dibayarkan oleh pemerintah. Jadi sudah sepakat, tadi bagian bayar-bayarnya pemerintah," ujarnya.
Dasco menjelaskan, bahwa masa tiga bulan ini merupakan masa transisi yang akan digunakan oleh instansi terkait untuk melakukan sinkronisasi dan pemutakhiran data peserta agar lebih akurat.
Baca Juga: Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN
"Sambil kemudian pihak-pihak terkait dalam hal ini Kementerian Sosial, BPJS, Kementerian Kesehatan, itu kemudian memutakhirkan data terbaru dengan pembanding yang terbaru," katanya.
Berita Terkait
-
Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat
-
Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN
-
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
-
Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi
-
Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
Terkini
-
Pengamat: Komisaris Dipidana Tanpa Aliran Dana, Sinyal Bahaya Iklim Profesionalisme BUMN Era Prabowo
-
MA Lepas Tangan, Hakim Korup PN Depok Tak akan Dibela, Bantuan Hukum Ditolak Mentah-mentah
-
Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan
-
Eks Wamen Noel Sebut Praktik Pemerasan Sertifikat K3 Sudah Ada Sejak 2012, Siapa Dalangnya?
-
Dasco Angkat Bicara Soal 2 persen Publik Tak Puas Kinerja Prabowo: Ini Penting!
-
Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN
-
Kecewanya Ketua MA Sunarto Pimpinan PN Depok Kena OTT KPK, Padahal Tunjangan Hakim Baru Naik
-
Sidang Korupsi Kemenaker: Noel Sebut Partai Politik 'Tiga Huruf' Terlibat Kasus Pemerasan K3
-
Banyak Media Terhimpit PHK, Menko PM Janjikan Ada Distribusi Iklan Merata
-
Ironi Kenaikan Tunjangan, Ketua MA Kecewa Berat Pimpinan PN Depok Terjaring OTT KPK