Suara.com - Pihak Ditjen Pemasyarakatan mengaku akan berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait bebasnya Ahok. Koordinasi itu terkait dengan pengamam Rutan Cipinang, tempat Ahok bebas nanti.
Pasalnya, sebelum Ahok bebas, dirinya akan dipulangakan ke Lapas Cipinang terlebih dahulu. Hal itu karena status Ahok sampai saat ini masih sebagai tahanan Rutan Cipinang.
Pengamanan tersbut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi dari beberapa ormas yang menolak bebasnya Ahok. Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Humas Direktorat Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM, Ade Kusmanto.
"Untuk masalah pengaman nanti kita liat situasinya. Kalau memang memerlukan bantuan pengamanan Mabes Polri kita lihat situasi saat itu," ujarnya di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Senin (17/12/2019).
Namun dia berharap tidak ada kasi penolakan dari pihak tertentu saat Ahok bebas nanti. Ia juga berharap proses serah terima Ahok dari Rutan Mako Brimob ke Rutan Cipinang.
Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini dikabarkan akan bebas lebih cepat dari yang diperkirakan. Dirinya bisa bebas tanggal 24 Januari 2019 lebih cepat dari yang dikabarkan sebelumnya yakni 24 April 2019.
Hal itu dibenakran oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami di hari dan tempat yang sama.
"Jadi data dikami mungkin Ahok bisa bebas tanggal 24 Januari 2019 kalau beliau mengajukan cuti menjelang bebas, kemungkinan bisa lebih cepat. Jadi itu haknya, itu haknya kalau beliau mau," jelasnya.
Baca Juga: Dirjen PAS: Ahok Bebas 24 Januari 2019, Itu Kalau Dia Mau
Berita Terkait
-
Dirjen PAS: Ahok Bebas 24 Januari 2019, Itu Kalau Dia Mau
-
Ditjen PAS Sulit Cegah Sipir dan Napi Cipinang Pacaran
-
Parkir Meter Era Ahok Tergantikan dengan Aplikasi Jukir Anies
-
Tentara Dikeroyok di Cibubur, Gembong Ungkit Tanah Abang Tertib di Era Ahok
-
Sekjen Belum Terima Surat Permohonan Tertulis Ahok Mau Gabung PDIP
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM